Selasa, 28 Sep 2021 19:04 WIB

Konser Sampai Resepsi Bakal Diizinkan Lagi, 61 Persen Pembaca Rupanya Tak Setuju

Vidya Pinandhita - detikHealth
Rear view of excited crowd enjoying a DJ performance at a festival. There are many raised hands, some of the holding cell phones and taping the show.
People in foreground are released. Ilustrasi konser musik. (Foto: iStock)
Jakarta -

Baru-baru ini, Menkominfo Johnny G. PLate menyebut acara besar, seperti pesta, resepsi pernikahan, hingga konser musik akan kembali diizinkan dengan menerapkan protokol kesehatan. Mengingat pandemi COVID-19 RI dinilai memulih mengacu pada perlambatan jumlah kasus baru harian yang terlapor.

Misalnya di Jawa Timur, sebuah konser musik belum lama ini berlangsung. Hanya orang-orang yang sudah divaksinasi COVID-19 boleh berkunjung. Selain itu, anak-anak berusia 12 tahun ke atas tidak diperbolehkan mengikuti acara.

Pakar ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono menyebut selama kasus COVID-19 sudah terkontrol, konser dan kegiatan besar boleh-boleh saja berlangsung. Namun, demi keamanan acara harus dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

"Kalau levelnya sudah sesuai, boleh diizinkan, tapi dengan persyaratan," terang Pandu kepada detikcom, Senin (27/9/2021).

"Kemarin sudah ada konser Jazz Bromo, itu izinkan karena sudah level 2, dan prokes 3 M ketat, kemudian ada tes antigen pada semua pemain dan pengunjung, dan sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi, jadi mereka yang menghadiri konser itu orang yang sudah divaksinasi," sambungnya.

Namun rupanya, sejumlah warganet punya pendapat berbeda. Berdasarkan polling yang dibuka detikHealth pada Senin (27/92021), mayoritas mengaku tidak setuju soal diperbolehkannya konser besar dan resepsi pernikahan.

Hingga Selasa (28/9/2021) pukul 16.45 WIB, hasil polling menunjukkan 38,4 persen warganet setuju dengan dibukanya acara berskala besar. Sejalan dengan itu, 61,6 persen warganet mengaku tidak setuju.

"Masih belum waktunya karena kalau ada kasus di konser tingkat kedisiplinan di negara kita belum bisa disamakan dengan negara-negara maju lainnya. Dan masih banyak penduduk kita yang tidak percaya akan pandemi COVID-19 ini," ujar @imstyawan pada detikHealth, Senin (27/9/2021).

"Setuju dengan catatan hanya boleh di tempat-tempat yang aksesnya bisa dikontrol. Bukan di area terbuka," pendapat lainnya dicuitkan oleh @LaRam_Jer, Senin (27/9/2021).



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)