Selasa, 28 Sep 2021 19:45 WIB

Satgas Sebut Kasus COVID-19 RI Turun 20 Kali Lipat, Siap Masuk Fase Endemi

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, menyebut perkembangan pandemi Corona di Indonesia makin membaik. Disebutkan, dalam waktu dekat, apabila kondisi ini terus mengalami perbaikan, kita bisa menuju fase endemi.

Per 26 September 2021, penambahan kasus Corona mingguan telah menyentuh angka 17.250 kasus. Menurut Wiku, jumlah ini menurun 20 kali lipat dari puncak gelombang kedua COVID-19 beberapa waktu lalu.

"Ini adalah perkembangan yang sangat baik, bahkan jumlah ini lebih rendah dari kasus pada pertengahan tahun lalu, tepatnya tanggal 24 Agustus 2020 yaitu sebesar 18.675," kata Wiku dalam konferensi pers BNPB, Selasa (28/9/2021).

"Tentunya tujuan kita bersama adalah untuk menekan kasus hingga serendah mungkin, setidaknya di bawah 10.000 kasus terendah, dengan begitu dapat dikatakan bahwa kondisi COVID-19 terkendali dan siap untuk berfokus menuju endemi COVID-19," sambungnya.

Wiku mengatakan perbaikan ini tak lepas dari hasil kerjasama antara masyarakat dan pemerintah. Didukung dengan kebijakan PPKM yang dilakukan secara serentak di seluruh wilayah, kini kasus Corona di Indonesia makin menunjukkan penurunan.

Akan tetapi, Wiku mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dan tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan. Pasalnya, perjuangan menuju fase endemi COVID-19 akan terhambat apabila kasusnya kembali naik.

Terlebih saat ini pemerintah telah memberlakukan pelonggaran secara bertahap. Jangan sampai kebijakan ini malah berujung peningkatan kasus Corona, karena masyarakat lalai dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Di mana dalam waktu dekat sudah terdapat wacana untuk pembukaan berskala besar, seperti konser musik, festival olahraga, pernikahan, dan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tentunya tidak bisa bertahan lama jika protokol kesehatan tidak dilaksanakan dengan ketat," jelas Wiku.

"Kasus akan meningkat dan kita akan harus kembali ke masa pengetatan aktivitas dan endemi tidak akan bisa tercapai," tuturnya.



Simak Video "Kasus Covid-19 di Malaysia Meningkat, Kemenkes RI Ingatkan Prokes"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)