Selasa, 28 Sep 2021 21:00 WIB

Round Up

Studi Bandingkan Efikasi Vaksin Sinovac Vs Pfizer Vs AstraZeneca, Ini Hasilnya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Malaysia bandingkan efikasi vaksin Corona Sinovac, Pfizer, dan AstraZeneca. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Baru-baru ini, studi di yang dilakukan pemerintah Malaysia mengungkap efektivitas dari tiga jenis vaksin Corona, yaitu Sinovac, AstraZeneca, dan Pfizer dalam melawan COVID-19. Dalam studi itu, disebutkan bahwa ketiganya mampu melindungi dari virus Corona.

Hasil studi menunjukkan bahwa vaksin Sinovac sangat efektif untuk mencegah gejala berat dan serius yang disebabkan COVID-19. Ini terbukti meski efikasi dari vaksin ini lebih rendah dibandingkan Pfizer dan AstraZeneca.

Berikut hasil studinya:

  • Dari 7,2 juta orang yang divaksin Sinovac, sebanyak 0,011 persen di antaranya dirawat di unit perawatan intensif (ICU) akibat infeksi COVID-19.
  • Dari 6,5 juta penerima vaksin Pfizer, sebanyak 0,02 persen di antaranya membutuhkan perawatan ICU untuk infeksi COVID-19.
  • Dari 744.958 penerima vaksin AstraZeneca, sebanyak 0,001 persen di antaranya dirawat di ICU.

Studi ini dilakukan oleh Institute for Clinical Research bersama gugus tugas COVID-19 nasional. Direktur Institute for Clinical Research, Kalairasu Peariasamy, mengatakan bahwa vaksinasi dengan merek apapun bisa mengurangi risiko masuk ke perawatan intensif sebesar 83 persen dan menurunkan risiko kematian.

"Tingkat terobosan untuk unit perawatan intensif sangat rendah," katanya, menambahkan penerimaan ICU secara keseluruhan di antara individu yang divaksinasi penuh mencapai 0,0066 persen.

Selain tingkat perawatan di ICU, tingkat kematian pada orang yang sudah divaksinasi lengkap juga rendah yaitu sebesar 0,01 persen. Mayoritas dari mereka berusia di atas 60 tahun atau memiliki penyakit penyerta.

"Ada perbedaan demografi penerima ketiga vaksin dan itu bisa menghasilkan hasil yang berbeda," ujar Kalaiarasu.

Diketahui penerima vaksin AstraZeneca mayoritas adalah 'usia pertengahan dewasa'. Sementara vaksin Pfizer dan Sinovac ditujukan untuk populasi yang rentan.



Simak Video "Kasus Covid-19 di Malaysia Meningkat, Kemenkes RI Ingatkan Prokes"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)