Rabu, 29 Sep 2021 09:25 WIB

Wanita Ini Curhat Tak Kunjung Haid 5 Bulan Usai Vaksin Corona

Syifa Aulia - detikHealth
Vaksin bukan jaminan membuat seseorang benar-benar kebal terhadap penyakit COVID-19. Kadang ada kasus saat seseorang yang sudah divaksinasi masih bisa terinfeksi. Vaksinasi COVID-19. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Banyak perempuan mengeluh di media sosial terkait perubahan siklus menstruasi pasca divaksin COVID-19. Mereka menduga vaksinasi COVID-19 menjadi penyebabnya.

Kejadian itu dirasakan oleh pemilik akun Twitter @DanteAruma_, perempuan berusia 27 tahun di Jakarta Pusat. Dalam cuitannya, ia mengaku belum mengalami menstruasi usai divaksin.

"Dari vaksin bulan Maret, nggak menstruasi lagi sampai sekarang. Sebelumnya sudah rutin meskipun siklusnya panjang 48 hari. Nggak hamil juga, tapi tanda-tanda menjelang menstruasi selalu datang rutin. Tapi ternyata nggak mens, sempat flek kemarin, tapi tetep tidak mens," tulisnya, pada (18/9/2021).

Setelah dikonfirmasi oleh detikcom, pada Senin (27/9/2021), perempuan yang enggan menyebutkan namanya itu mengaku belum juga menstruasi. Ia mengatakan terakhir kali menstruasi pada 29 Maret sampai 1 April 2021.

Diketahui, ia divaksin dosis pertama pada 13 Maret 2021 dan dosis kedua pada 30 Maret 2021 menggunakan vaksin CoronaVac.

"Prediksi menstruasi saya meleset paling lama 4-7 hari. Saya rutin mencatat siklus menstruasi melalui aplikasi," tuturnya.

Meski belum merasakan menstruasi kembali, ia mengaku tanda-tanda menjelang menstruasi selalu datang rutin. Beberapa tanda yang dirasakan seperti muncul jerawat, payudara mengencang, keluar flek, dan nafsu makan meningkat.

"Saya tidak pernah jerawatan kecuali menjelang mens."

Lebih lanjut, ia menduga telat menstruasi itu tidak berhubungan dengan stres. Pasalnya, tingkat stres yang dirasakan sebelum dan sesudah vaksinasi dikatakan sama.

"Saya memiliki pekerjaan dengan tingkat stres yang cukup tinggi sejak 2016, namun level stresnya masih bearable atau sama sebelum vaksin," katanya.

Di sisi lain, ia pernah diduga mengalami polycystic ovarian syndrome (PCOS) oleh dokter saat konsultasi online pada akhir 2019. Tetapi, belum melakukan pemeriksaan lanjutan secara langsung. Meski demikian, ia mengaku rutin mendapat menstruasi selama 2020 sampai terakhir kali menstruasi.

Adakah keterkaitan telat mens dengan vaksin COVID-19? Simak penjelasan Komnas KIPI di laman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "EMA: Vaksin Corona Tidak Ganggu Siklus Menstruasi Wanita"
[Gambas:Video 20detik]