Rabu, 29 Sep 2021 10:10 WIB

Heboh Ancaman Gelombang-3 COVID-19 di Indonesia, Ini Catatan Pakar

Vidya Pinandhita - detikHealth
Indonesia kehilangan momen perayaan kemeriahan Dirgahayu Republik Indonesia selama 2 tahun yaitu 2020 dan 2021 karena pandemi COVID-19. Ilustrasi. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Penambahan kasus baru harian COVID-19 RI relatif melambat. Namun seiring kabar baik tersebut, sejumlah pihak meyakini adanya risiko gelombang ketiga atau lonjakan kembali kasus COVID-19.

Ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Dr Masdalina Pane menerangkan Indonesia sudah berpengalaman dua kali menghadapi lonjakan kasus COVID-19. Pada dasarnya, lonjakan selalu memiliki latar belakang tertentu. Misalnya pada pada Juli 2021, lonjakan kasus dilatarbelakangi temuan varian Delta yang diketahui lebih mudah menular.

Pane menjelaskan, puncak bisa dikatakan berhasil ditanggulangi jika penurunan kasus terus berjalan dalam waktu 10-15 minggu.

"Penanggulangan wabah itu sederhana sebenarnya. Yang disebut berhasil itu kalau kita sudah melalui puncak, kemudian puncak itu turun dan itu bisa menjaga 10-15 minggu penurunan kasus," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/9/2021).

Bakal ada gelombang ketiga?

Menurutnya di dalam epidemiologi, prediksi lonjakan kasus idealnya tidak dilakukan dalam jangka waktu panjang.

"Apakah akan datang gelombang ketiga? Sebagai epidemiolog, kami jarang memprediksi jauh-jauh. Biasanya kami prediksi satu atau dua kali satu masa inkubasi, 2 minggu atau 1 bulan. Tetap catatan kami di penurunan kasus saat ini yang pertama hampir di semua negara penurunan kasus berlangsung 8-14 minggu, jadi dia turun sendiri memang," beber Pane.

Di samping kemungkinan gelombang ketiga, ada juga kemungkinan virus melemah disebabkan intervensi tertentu. Misalnya di Indonesia, tak lain dengan penerapan PPKM.

"Beberapa kali komunikasi dengan ahli virus, virus tersebut memang kemungkinan beradaptasi dengan kondisi negara tersebut. Kemungkinan kedua dia melemah, dan kemungkinan ketiga beberapa intervensi yang dilakukan seperti PPKM itu memiliki kontribusi walaupun kita sulit mengukur kontribusi di beberapa indikator," pungkasnya.



Simak Video "Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19 yang Harus Diwaspadai"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)