Rabu, 29 Sep 2021 20:30 WIB

Berisiko Jika Terlalu Dekat, Berapa Lama Jarak Kehamilan yang Ideal?

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Front view of cropped long hair brunet caucasian pregnant woman, sitting in crossed legs, in yoga pose, in bed at home, holding her belly with hand. Maternity, pregnancy, new life. Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Basilico Studio Stock

Dokter Hasto menjelaskan kematian tertinggi bayi terjadi saat jarak kehamilan kurang dari 15 sampai 20 bulan.

"Ketika jarak kurang dari 20 bulan kematiannya tinggi sekali apa lagi jaraknya kurang dari 15 bulan, kematiannya akan tinggi sekali," ucapnya.

Menurut dr Hasto, kematian pada bayi dapat dicegah dengan menentukan jarak kehamilan berikutnya yang ideal adalah 33 sampai 36 bulan setelah kelahiran.

"Jarak yang bagus, yaitu 33 bulan sampai 36 bulan itu jarak-jarak yang bagus sehingga kematian bayinya juga kesehatan ibunya mencapai ukuran ideal," ujar dr Hasto.

Di samping itu, dr Hasto juga memaparkan jarak kehamilan yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 24 bulan setelah kelahiran.

"Setelah 24 bulan baru bisa memulai [kehamilan], kalau misalnya miscarriage atau abortus itu 6 bulan baru diprogramkan hamil lagi," ungkapnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(up/up)