Jumat, 01 Okt 2021 05:32 WIB

Satgas Ingatkan Risiko Penularan COVID-19 Paling Tinggi di Transportasi Umum

Vidya Pinandhita - detikHealth
Penerapan PPKM Level 4 mewajibkan pengguna Commuter Line untuk membawa STRP. Begini kondisi penumpang Commuter Line di Stasiun Kota. Risiko penularan COVID-19 di angkutan umum (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Seiring membaiknya pandemi COVID-19 di RI, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap risiko penularan. Khususnya, sebagai upaya mengantisipasi lonjakan kasus kembali. Satgas COVID-19 menyebut, peluang penyebaran COVID-19 terbesar adalah di transportasi umum.

"Penularan COVID-19 paling berpeluang terjadi di transportasi umum. Aspek yang menyebabkan penularan di perjalanan beragam, termasuk penerapan protokol kesehatan secara ketat oleh seluruh penumpang, sistem ventilasi alat transportasi, jarak antar penumpang, durasi perjalanan, dan kebersihan alat transportasi," terang juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers virtual, Kamis (30/9/2021).

Namun menurutnya di samping risiko tersebut, potensi penularan dapat ditekan dengan menerapkan protokol tertentu. Tak hanya dari sisi penumpang, melainkan pihak penyedia transportasi. Misalnya, dengan rutin melakukan desinfeksi serta menjamin ventilasi kendaraan.

"Antisipasi yang dapat dilakukan adalah memastikan seluruh penumpang memakai masker dan menjaga jarak, tidak berbicara selama perjalanan," beber Prof Wiku.

"Pemilik perusahaan alat transportasi wajib menjamin sistem ventilasi berjalan baik dan melakukan pembersihan armada dan desinfeksi secara rutin," pungkasnya.



Simak Video "Daftar Negara yang Larang Masuk Penerbangan dari Afrika"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)