Bukan Soal Diseduh, Ini 5 Risiko Susu Kental Manis Kalau Berlebihan

ADVERTISEMENT

Bukan Soal Diseduh, Ini 5 Risiko Susu Kental Manis Kalau Berlebihan

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Sabtu, 02 Okt 2021 11:16 WIB
Pouring the sweetened condensed milk into a bowl.
Kontroversi susu kental manis. (Foto: iStock)

4. Batuk

Bahaya susu kental manis untuk balita baru terlihat setelah beberapa hari dikonsumsi, karena biasanya balita menderita batuk.

Batuk ini terjadi saat mereka akan tidur. Hal ini karena kandungan lemak dan gula dalam susu kental manis meninggalkan lendir di tenggorokan sehingga mengganggu saluran udara.

Untuk mempercepat saluran udara mereka, anak secara alami akan batuk untuk meningkatkan penyumbatan lendir di tenggorokan mereka.

5. Gigi rusak

Apa pun yang dikonsumsi anak dapat memengaruhi kesehatan giginya. Konsumsi berlebihan makanan dan minuman tinggi gula seperti susu kental manis dapat menyebabkan kerusakan gigi dan sakit gigi, terutama jika kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga.

SKM tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh balita. Karena bagaimanapun, susu terbaik bagi anak adalah air susu ibu (ASI).

"Susu kental manis itu aman tapi bukan sebagai pengganti ASI," tegas Kepala BPOM.

Makanan atau minuman tinggi gula termasuk susu kental manis mampu meningkatkan risiko obesitas pada anak yang dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya.


(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT