ADVERTISEMENT

Sabtu, 02 Okt 2021 11:16 WIB

Bukan Soal Diseduh, Ini 5 Risiko Susu Kental Manis Kalau Berlebihan

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Pouring the sweetened condensed milk into a bowl. Kontroversi susu kental manis. (Foto: iStock)
Jakarta -

Susu kental manis (SKM) dibuat dengan menghilangkan sebagian besar air dari susu sapi. Proses ini meninggalkan cairan kental, yang kemudian dimaniskan dan dikalengkan.

Meskipun merupakan produk susu, SKM terlihat dan terasa berbeda dari susu biasa. SKM lebih manis, warnanya lebih gelap, dan memiliki tekstur yang lebih kental.

Dikutip dari Healthline, konsumsi SKM tidak boleh berlebihan. Pasalnya, SKM mengandung lebih banyak gula daripada susu lainnya. Misalnya, satu ons (30 ml) susu kental manis mengandung lebih dari 15 gram gula. Sedangkan jumlah yang sama dari susu tanpa lemak mengandung 3,4 gram gula.

Lalu apa risiko jika berlebihan minum SKM?

Di bawah ini adalah beberapa efek negatif yang dapat dialami anak-anak dari sering mengonsumsi susu kental manis:

1. Obesitas

Minuman tinggi gula, termasuk susu kental manis, tidak hanya tinggi kalori, tetapi juga bisa membuat seseorang lebih menyukai makanan manis. Ini dapat menyebabkan seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang sebenarnya mereka butuhkan.

Selain itu, makanan dan minuman yang kaya akan gula diproses dengan sangat cepat oleh tubuh, membuat orang yang memakannya kembali cepat lapar. Akibatnya, seseorang akan makan lebih banyak makanan yang sebagian besar tinggi gula dan kalori. Pola makan seperti itu bisa membuat seseorang menjadi obesitas.

2. Resistensi insulin

Resistensi insulin adalah penyakit di mana sel-sel tubuh tidak dapat lagi menggunakan gula darah dengan baik. Jika orang tua memiliki resistensi insulin, anak akan berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, perlemakan hati, arteriosklerosis, penyakit arteri koroner, dan gangguan siklus menstruasi pada wanita.

Hal ini bisa terjadi pada anak-anak ketika mereka terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis, termasuk susu kental manis. Risiko mengembangkan resistensi insulin juga meningkat jika anak mengalami obesitas.

Meski berlabel susu, saat ini susu kental manis bukan lagi jenis susu. Bahkan menurut BPOM, susu kental manis tidak boleh digunakan sebagai pengganti susu cair dan susu bubuk untuk anak, tetapi hanya sebagai topping atau campuran makanan.

3. Kerusakan organ

Ginjal yang masih berkembang pada tubuh anak dapat mengalami malfungsi jika diberikan susu kental manis. Karena susu membuat ginjal lebih sulit untuk dicerna.

Ini karena susu selain ASI dan susu formula mengandung sodium yang kadarnya di luar daya cerna ginjal anak di bawah 1 tahun.

Bahaya susu kental manis untuk balita baru terlihat setelah beberapa hari dikonsumsi. Simak penjelasan di halaman selanjutnya.

4. Batuk

Bahaya susu kental manis untuk balita baru terlihat setelah beberapa hari dikonsumsi, karena biasanya balita menderita batuk.

Batuk ini terjadi saat mereka akan tidur. Hal ini karena kandungan lemak dan gula dalam susu kental manis meninggalkan lendir di tenggorokan sehingga mengganggu saluran udara.

Untuk mempercepat saluran udara mereka, anak secara alami akan batuk untuk meningkatkan penyumbatan lendir di tenggorokan mereka.

5. Gigi rusak

Apa pun yang dikonsumsi anak dapat memengaruhi kesehatan giginya. Konsumsi berlebihan makanan dan minuman tinggi gula seperti susu kental manis dapat menyebabkan kerusakan gigi dan sakit gigi, terutama jika kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga.

SKM tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh balita. Karena bagaimanapun, susu terbaik bagi anak adalah air susu ibu (ASI).

"Susu kental manis itu aman tapi bukan sebagai pengganti ASI," tegas Kepala BPOM.

Makanan atau minuman tinggi gula termasuk susu kental manis mampu meningkatkan risiko obesitas pada anak yang dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya.

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT