ADVERTISEMENT

Minggu, 03 Okt 2021 10:04 WIB

Riset Ungkap Ancaman yang Memperpendek Umur Warga RI 2-6 Tahun

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Isolation Quarantine Coronavirus Covid 19 Ancaman selain COVID-19, polusi udara bisa memperpendek usia warga Indonesia. (Foto: Getty Images/Xesai)
Jakarta -

Ancaman selain wabah COVID-19, Indonesia berada di peringkat ke-13 negara dengan polusi tertinggi di dunia. Polusi udara memperpendek harapan hidup rata-rata warga Indonesia hingga 2 tahun, jika mengacu pada pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bahkan, berdasarkan laporan Air Quality Life Index 2021, beberapa daerah di Indonesia memiliki kondisi polusi yang amat buruk, jauh dari rata-rata standar WHO. Polusi udara di sejumlah daerah yang paling tercemar tersebut memperpendek umur masyarakat lebih dari 6 tahun.

Di ibu kota Jakarta, rumah bagi 11 juta penduduk Indonesia, polusi partikulat rata-rata tahunan enam kali lipat lebih tinggi dari pedoman WHO. Jika terus berlanjut, warganya akan kehilangan harapan hidup sampai 5,5 tahun.

"Dibandingkan jika kualitas udara sesuai dengan pedoman WHO," tegas peneliti, dikutip dari keterangan resmi AQLI, Minggu (3/10/2021).

Selanjutnya, Jawa Barat juga menjadi provinsi paling tercemar di Indonesia. Polusi udara memangkas harapan hidup 48 juta warganya dalam 4,1 tahun.

AQLI juga melaporkan Depok menjadi salah satu kota paling tercemar di Indonesia, disusul Banten dan Jakarta. "Penduduk kehilangan harapan hidup hingga 6,4 tahun," dalam laporan tersebut terkait wilayah yang paling berisiko.

Apa yang paling banyak berkontribusi di tercemarnya udara?

Di luar kendaraan, penyebab di balik pencemaran udara yang memicu berkurangnya harapan hidup adalah batu bara, pabrik industri, hingga pembakaran biomassa yang intens di sebagian besar wilayah Indonesia.

"Di pulau Sumatera dan Kalimantan di Indonesia, kebakaran hutan dan lahan gambut, sering kali dilakukan secara ilegal untuk membuka lahan untuk perkebunan pertanian, menciptakan peristiwa kabut asap tahunan," sebut para peneliti dari The University of Chicago dalam laman resminya.

Para ahli menilai hal ini amat berdampak bagi warga di sekitar dan banyak negara tetangga. Mereka juga menyoroti kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan Palembang, konsentrasi partikulat rata-rata 10 tahun sekitar tiga kali lipat dari pedoman WHO.

"Harapan hidup penduduk kota-kota ini adalah 2 tahun lebih rendah dibandingkan jika rata-rata paparan partikulat jangka panjang sesuai dengan pedoman WHO. Selain itu, kebakaran tersebut menciptakan polusi lintas batas dengan dampak yang sangat signifikan di negara-negara tetangga melawan arah angin di Indonesia," pungkas mereka.

Ada 10 daftar wilayah yang memiliki polusi tinggi di Indonesia dan negara lain yang menghadapi ancaman sama. Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga:Frans Sanjaya, Youtuber Spesialis Action Figure Jutaan Rupiah

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT