Minggu, 03 Okt 2021 16:30 WIB

Dirut TransJakarta Meninggal, Ini Beda Sakit Kepala Tumor Otak Vs Penyakit Lain

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Dirut Tj, Sardjono Jhony Foto: Dirut Tj, Sardjono Jhony (Dok.TransJakarta)
Jakarta -

Direktur Utama (Dirut) PT TransJakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo, meninggal dunia pada Minggu (3/10/2021) di RSPAD Gatot Soebroto. Dilaporkan, ia mengalami tumor otak sebelum meninggal dunia.

"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, pagi ini telah berpulang ke rahmatullah, Bapak Sardjono Jhony Tjitrokusumo, Dirut PT Transjakarta," demikian bunyi keterangan resmi PT TransJakarta Minggu (3/10/2021).

Tumor otak merupakan suatu kondisi adanya pertumbuhan sel abnormal di otak. Salah satu gejalanya berupa rasa sakit kepala yang menetap dan bisa semakin parah dengan berjalanya waktu.

Meski begitu, masih banyak orang yang mungkin belum memahami perbedaan antara sakit kepala yang disebabkan tumor otak dengan penyakit lainnya. Hal ini karena, gejala sakit kepala bisa dipicu oleh berbagai macam penyakit.

Sakit kepala karena tumor otak

Berikut beberapa gejala sakit kepala yang disebabkan tumor otak, dikutip dari Mayo Clinic.

  • Perubahan pola sakit kepala
  • Sakit kepala yang berangsur-angsur menjadi lebih sering dan lebih parah
  • Penglihatan menjadi terganggu
  • Kesulitan dengan keseimbangan
  • Kesulitan bicara
  • Masalah pendengaran
  • Terkadang disertai muntah.

Selain itu, sakit kepala yang terjadi akibat tumor otak biasanya tidak kunjung hilang meski telah diberi obat.

Sakit kepala karena migrain

Dikutip dari Web MD, apabila sakit kepala yang dirasakan dimulai dari satu sisi saja dan menyebabkan mual, ada kemungkinan kamu mengalami migrain. Berikut sejumlah sakit kepala yang disebabkan oleh migrain.

  • Sering terjadi mual, bahkan muntah
  • Sensitif terhadap cahaya dan suara (berlangsung 4-72 jam)
  • Sakit kepala dapat hilang dengan sendirinya.

Selain itu, migrain juga bisa menyebabkan konsentrasi terganggu dan kelelahan. Mungkin kondisi ini tetap terjadi meski rasa sakitnya sudah menghilang.

Kemudian ada sakit kepala yang disebabkan oleh sinusitis dan sakit kepala tegang. Klik halaman selanjutnya.

Sakit kepala karena sinusitis

Apabila kamu merasakan sakit kepala yang menetap di area belakang wajah dan rasanya makin memburuk ketika membungkuk ke depan, serta mengalami hidung tersumbat, ada kemungkinan itu disebabkan oleh sinusitis.

Berikut sejumlah gejala sakit kepala akibat sinusitis.

  • Rasa sakit yang menetap di tulang pipi, dahi, atau pangkal hidung
  • Nyeri yang memburuk ketika kepala digerakan secara tiba-tiba
  • Nyeri yang disertai dengan gejala sinusitis lainnya, seperti hidung tersumbat, demam, dan wajah membengkak.

Sakit kepala tegang

Sakit kepala tegang atau tension headache adalah sakit kepala yang ditandai dengan nyeri dan ketegangan di dahi atau di belakang kepala dan leher. Ini merupakan salah satu jenis sakit kepala yang paling sering terjadi.

Berikut gejala sakit kepala tegang.

  • Sakit kepala saat bangun tidur
  • Mudah lelah
  • Kaku di leher dan punggung bagian atas
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Sensitif terhadap cahaya atau kebisingan
  • Nyeri otot umum.


Simak Video "Mujarab! Ramuan Rempah Ini Bisa Atasi Migrain"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)