Senin, 04 Okt 2021 18:09 WIB

Makin Gawat, Setengah Kapasitas ICU RS Singapura Terisi Pasien COVID-19

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
View of the merlion statue of Merlion Park, and the financial district in downtown Singapore. The merlion is a symbol and mascot of Singapore. Foto: Getty Images/Marcus Lindstrom
Jakarta -

Penambahan kasus COVID-19 di Singapura masih tinggi, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit (BOR) mulai penuh. Pada Senin (4/10/2021), BOR di ruang ICU mencapai 53 persen.

Dikutip dari Channel News Asia, jumlah ini meningkat dari 26 persen menjadi 53 persen selama tiga bulan terakhir.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir Singapura mencatat lebih dari 2.000 kasus COVID-19 per hari. Rekor tertingginya adalah pada Jumat (1/10/2021), dengan 2.909 kasus.

Seiring dengan peningkatan kasus, semakin banyak pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. Hingga Minggu (3/10/2021) siang, jumlah kasus yang dirawat di rumah sakit adalah 1.337 pasien, 250 pasien di antaranya membutuhkan oksigen tambahan, dan 35 pasien lainnya dalam kondisi kritis di ruang ICU.

Selain BOR di ruang ICU, hunian tempat tidur di ruang isolasi juga mengalami peningkatan dari 58 persen menjadi 86 persen dalam tiga bulan terakhir. Kemudian di fasilitas perawatan masyarakat (CCF), tingkat keterisiannya meningkat lebih dari tiga kali lipat dari 10 persen menjadi 35 persen.

"(Keterisian) unit gawat darurat di rumah sakit umum mengalami peningkatan hingga delapan kali lipat dengan pasien dari hasil positif rapid test antigen atau tes PCR (polymerase chain reaction)," kata Menteri Senior urusan Kesehatan Singapura, Janil Puthucheary.

Dampaknya pelayanan kesehatan menjadi cukup terganggu. Contohnya, sebelum dua pekan terakhir, hanya butuh waktu maksimal 12 jam sejak hasil tes PCR positif untuk membawa pasien COVID-19 berusia di atas 70 tahun ke rumah sakit. Namun, dengan beban kasus yang tinggi saat ini, rata-rata waktu yang dibutuhkan adalah 48-72 jam.

Kini pemerintah Singapura tengah berupaya untuk meningkatkan kapasitas ruang ICU dan menambah armada ambulans agar tidak ada pasien COVID-19 yang tidak mendapat perawatan dengan baik.

"Lebih banyak tempat tidur ICU dapat dibuka dalam waktu singkat, jika diperlukan," ucap Puthucheary.



Simak Video "Ringankan Beban Nakes, Pasien Gejala Ringan Diharapkan Isoman di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/fds)