Senin, 04 Okt 2021 19:11 WIB

Round Up

Surat Anies Baswedan ke Bloomberg dan Upaya Pengendalian Rokok di DKI

Firdaus Anwar - detikHealth
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) mengenakan baju batik saat menyapa para pesepeda di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (2/10/2021). Kegiatan berbaju batik saat bersepeda itu sebagai bentuk perayaan memperingati Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras. Anies Baswedan berupaya mengendalikan konsumsi rokok di DKI Jakarta. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta -

Heboh kabar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyurati filantropis asal Amerika Serikat (AS), Michael Rubens Bloomberg. Anies dituding meminta 'jatah' untuk kampanye antirokok pada pendiri organisasi amal Bloomberg Philanthropies tersebut.

Dilihat dari akun Twitter @rokok_indonesia, Anies sebetulnya sudah lama mengirim surat untuk Bloomberg yaitu pada 4 Juni 2019. Di dalam surat dijelaskan situasi terkait konsumsi rokok di Indonesia yang tinggi, termasuk di DKI.

Anies menuliskan di Jakarta diprediksi ada 3 juta perokok aktif dan angkanya naik 1 persen setiap hari. Bukti bahwa konsumsi rokok di DKI sangat besar dan berpengaruh pada kesehatan.

Di tahun yang sama, pada 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Maret juga merilis data jumlah perokok di DKI Jakarta. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan konsumsi rokok di DKI Jakarta mencapai 26 persen untuk usia 15 tahun ke atas. Perokok rata-rata bisa menghabiskan 72 batang rokok per minggu atau 10,3 batang rokok per hari.

Rokok menjadi komoditas dengan pengeluaran per kapita terbesar kedua, yakni Rp 79.226 per bulan atau sebesar 9 persen dari pengeluaran total untuk makanan Rp 877.449. Pengeluaran konsumsi rokok di DKI Jakarta disebut hanya kalah dari pengeluaran untuk konsumsi makanan dan minuman jadi.

Anies memang pernah beberapa kali dilaporkan menerapkan kebijakan untuk mengendalikan konsumsi rokok. Sebagai contoh pada Agustus 2021, Pemkot DKI Jakarta aktif menindaklanjuti Seruan Gubernur (Sergub) No 8 Tahun 2021 tentang penutupan pajangan rokok di minimarket.

Sergub juga meminta pengelola gedung diminta memasang tanda larangan merokok pada setiap pintu masuk dan lokasi yang mudah diketahui.

Michael Bloomberg dan Bloomberg Philanthropies

Michael Rubens Bloomberg adalah seorang miliarder yang juga mantan walikota New York. Bloomberg diketahui telah lama menjadi pendukung upaya-upaya kampanye antirokok di Amerika Serikat.

Saat menjabat sebagai walikota New York, Bloomberg membuat perubahan besar pada sektor sekolah kota, transportasi, termasuk perluasan jalur kereta bawah tanah, dan kesehatan masyarakat dengan menerapkan peraturan ekstensif yang menargetkan merokok dan obesitas.

Bloomberg juga menandatangani undang-undang yang melarang merokok di bar dan restoran serta meningkatkan pajak rokok.

Yayasan yang didirikan Bloomberg, Bloomberg Philanthropies, pada tahun 2006-2008 memberikan bantuan dana sampai 375 juta dolar AS untuk membantu upaya pengendalian tembakau di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Hal ini menjadikan Bloomberg Philanthropies sebagai penyandang dana terbesar dari upaya pengendalian tembakau di negara berkembang.



Simak Video "Anies: Warga Jakarta yang Sudah Vaksinasi Capai 4,5 Juta Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)