Selasa, 05 Okt 2021 09:31 WIB

7 Fakta Molnupiravir, Harga hingga Efek Samping Obat Oral COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Chemical formula of Molnupiravir on a futuristic background Molnupiravir, obat COVID-19 oral pertama di dunia. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Zerbor)

4. Cara kerja

Obat molnupiravir ini bekerja dengan memodifikasi material genetik atau RNA virus Corona. Modifikasi ini menciptakan error, sehingga mampu memblok virus untuk menggandakan diri.

5. Jadi obat COVID-19 yang cukup menjanjikan

Menurut ahli epidemiologi Dicky Budiman Universitas Griffith Australia, molnupiravir ini termasuk obat COVID-19 yang menjanjikan. Selain manfaatnya yang mampu mencegah rawat inap dan kematian, obat yang dikemas dalam bentuk tablet ini akan mudah untuk didistribusi ke seluruh wilayah.

"Nah ini kan kalau bicara kapsul lebih banyak yang bisa dijangkau. Hanya sayangnya ini mahal ya, jutaan, kurang lebih. Tapi ini data awalnya sudah menjanjikan, bahkan lebih baik dari monoklonal antibodi yang selama ini banyak dipakai orang," kata Dicky saat dihubungi detikcom, Minggu (3/10/2021).

"(Obat) Ini akan menjadi memperkuat lini hilir di terapi, sehingga vaksin sudah ada, obat antiviral sudah ada. Nah ini artinya akan menjadi masa transisi ke endemi ini akan sedikit orang yang menjalani ICU apalagi harus ventilator, dan kematian tentu berkurang," lanjutnya.

6. Harga yang fantastis

Selain khasiat obat yang menjanjikan, harga dari molnupiravir ini cukup mahal hingga berjuta-juta. Meski begitu, ini tidak menghalangi negara-negara membelinya untuk merawat pasien COVID-19.

Korea Selatan juga diketahui mengamankan molnupiravir, obat oral COVID-19 besutan perusahaan Amerika Serikat, Merck and Co untuk 18 ribu orang, harga perawatannya diperkirakan mencapai 900.000 won per orang atau sekitar 10 juta rupiah.

7. Dilirik sejumlah negara Asia

Tak hanya Indonesia, obat molnupiravir ini mulai dilirik dan diminati beberapa negara di Asia. Negara-negara tersebut yaitu Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan Taiwan. Bahkan yang terbaru, Thailand diketahui telah memesan sebanyak 200.000 program kapsul antivirus ini.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Sejumlah Negara yang Siap Mengincar Obat Covid-19 Molnupiravir"
[Gambas:Video 20detik]

(sao/naf)