Selasa, 05 Okt 2021 12:02 WIB

Round Up

5 Fakta Pencemaran Paracetamol di Laut Jakarta, Sudah Ketemu Sumbernya?

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Pemandangan laut di Teluk Jakarta dipantau dari dermaga di Angke. Kabarnya, ini mengandung parasetamol. (Nahda Rizki Utami/detikcom) Foto: Pemandangan laut di Teluk Jakarta dipantau dari dermaga di Angke. Kabarnya, ini mengandung parasetamol. (Nahda Rizki Utami/detikcom)

4. Dugaan awal penyebab cemaran paracetamol

Kandungan paracetamol tidak seharusnya berada di laut. Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menduga cemaran paracetamol akibat manajemen penanganan limbah yang kurang baik sehingga membuat kotoran tidak terurai dengan baik.

"Waste water treatment kita kurang baik, tidak bisa menyaring dengan baik. Kalau kita konsumsi secara berlebihan itu kan akan terbuang melalui air seni atau feses kita masuk ke septic tank, sistem limbahnya kurang bagus apalagi di masyarakat ekonomi lemah," jelas peneliti LIPI Zainal Arifin kepada detikcom, Sabtu (2/10/2021).

Selain itu, Zainal menambahkan faktor lain diduga karena pengelolaan air limbah di rumah sakit dan perusahaan farmasi yang tidak terkelola dengan baik. Akibatnya, sisa-sisa obat atau limbah masuk ke air.

5. Cemaran paracetamol di DKI lebih tinggi dari negara lain

Hasil penelitian juga menemukan dibandingkan pantai-pantai di negara lain, konsentrasi paracetamol di Teluk Jakarta (420-610 ng/L) relatif tinggi dari pantai Brazil (34. 6 ng/L) dan pantai utara Portugis (51,2 - 584 ng/L).

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Tingkat Konsumsi Paracetamol Pengaruhi Pencemaran Teluk Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)