Kamis, 07 Okt 2021 11:27 WIB

Studi Sebut Pasien COVID-19 Alami Ruam di Jari Kaki, Gara-gara Varian Delta?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Ilustrasi. Foto: Getty Images/BlackJack3D
Jakarta -

Sebagian pasien COVID-19, khususnya anak-anak dan remaja, mengalami ruam, gatal, atau bengkak pada jari kaki. Benarkah tanda-tanda ini ada hubungannya dengan gejala COVID-19?

Dikutip dari BBC, berdasarkan tes darah dan kulit pada riset, terdapat dua bagian sistem kekebalan yang mungkin memengaruhi gejala pada jari kaki. Keduanya melibatkan mekanisme yang digunakan tubuh untuk melawan virus Corona.

Pada beberapa kasus, ruam berwarna merah atau keunguan pada jari kaki dibarengi gatal, nyeri, bengkak, atau bernanah. Namun pada beberapa pasien lainnya, tidak timbul rasa sakit sama sekali.

Ada pasien COVID-19 yang mengalami gejala ini selama berbulan-bulan, ada juga yang hanya hitungan minggu.

Ahli penyakit kaki asal Inggris, dr Ivan Bristow, mengatakan sebagian besar kasus gejala COVID-19 di jari kaki ini terjadi selama musim dingin dan dialami oleh orang dengan riwayat gangguan sirkulasi darah dan lesi kulit.

Umumnya, gejala COVID-19 pada jari kaki bisa hilang dengan sendirinya. Namun pada kasus yang lebih parah, mungkin diperlukan perawatan dengan krim atau obat khusus.

"Konfirmasi penyebabnya akan membantu mengembangkan pengobatan baru untuk mengelolanya secara lebih efektif," katanya, dikutip dari BBC, Kamis (7/10/2021).

Ada hubungannya dengan infeksi varian Delta?

Konsultan dermatologis dan juru bicara British Skin Foundation, dr Veronique Bataille, menambahkan gejala COVID-19 pada jari kaki sebenarnya lebih banyak muncul pada fase awal pandemi. Namun, jumlah kasusnya semakin sedikit seiring gelombang COVID-19 akibat varian Delta saat ini.

Menurutnya ada kemungkinan, hal tersebut disebabkan sudah banyak orang yang menerima vaksin COVID-19 sehingga perlindungan terhadap gejala COVID-19 lebih tinggi.

"Presentasi (gejala COVID-19 pada jari kaki) setelah vaksinasi jauh lebih jarang," kata dr Bataille.



Simak Video "Informasi Terkini Seputar Gejala Covid-19 yang Ditimbulkan Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)