Sabtu, 09 Okt 2021 09:05 WIB

Pandemi Bikin Lebih Banyak Anak Alami Luka Bakar, Ini Penyebabnya

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi anak sakit Foto: Thinkstock
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung lebih dari setahun membawa dampak luas untuk kehidupan. Pada anak-anak, studi melihat ada peningkatan kejadian luka bakar selama pandemi.

American Academy of Pediatrics (AAP) dalam rilisnya menjelaskan ada peningkatan 33 persen kasus luka bakar anak selama pandemi. Hal ini diketahui setelah ahli mengumpulkan laporan data dari 9 pusat trauma di Amerika Serikat.

Diketahui tadinya hanya ada 394 kasus luka bakar pada anak sepanjang tahun 2019 sebelum pandemi. Angka tersebut kemudian meningkat jadi 522 pada tahun 2020.

Salah satu peneliti sekaligus dokter anak dari RS Children's Wisconsin, Christina Georgeades, menjelaskan ini terjadi karena anak lebih banyak menghabiskan waktu di luar sekolah. Sebagian anak di rumah kemungkinan minim diawasi oleh orang tuanya sehingga lebih berisiko melakukan hal yang bisa memicu cedera.

Hal yang disebut peneliti paling umum menyebabkan luka bakar anak ini adalah karena bermain petasan atau kembang api.

"COVID-19 dan aturan diam di rumah mau tidak mau menciptakan dinamika baru antara anak dan lingkungan sosialnya. Salah satu hasilnya adalah peningkatan risiko luka bakar yang dialami anak-anak," kata Christina seperti dikutip dari usnews.com pada Sabtu (09/10/2021).

Selama pandemi banyak kegiatan sekolah dihentikan untuk mengurangi risiko penyebaran COVID-19. Sebagian orang tua memakluminya, tapi ada juga yang tidak setuju karena kesulitan untuk memenuhi kebutuhan belajar anak-anak.



Simak Video "DKI Jakarta Peringkat 47 Kota Respons Covid-19 Terbaik Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)