Sabtu, 09 Okt 2021 21:44 WIB

Studi Baru Ungkap Betapa Mematikannya Corona Varian Delta

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. 3D Render Foto: iStock
Jakarta -

Sebuah studi terbaru dari Kanada menemukan hubungan antara Corona varian Delta terhadap tingkat risiko keparahan hingga kematian. Dari studi retrospektif yang dilakukan oleh University of Toronto, menunjukkan perbedaan yang signifikan dari risiko yang disebabkan varian Delta dengan varian Corona Alpha, Beta, dan Gamma.

Studi yang dipublikasi oleh Canadian Medical Association Journal (CMAJ) menganalisis sebanyak 212.000 lebih kasus COVID-19 yang dilaporkan di Ontario pada 7 Februari hingga 27 Juni 2021. Peneliti membandingkan risiko rawat inap hingga kematian yang disebabkan varian Corona.

Dari studi tersebut, mereka melihat dampak dari pasien COVID-19 yang terinfeksi varian Alpha, Beta, dan Gamma. Hasilnya:

52 persen pasien dirawat di rumah sakit

89 persen pasien membutuhkan perawatan intensif

51 persen pasien meninggal dunia

Namun, ternyata risiko yang disebabkan varian Delta lebih besar dari varian Corona lainnya. Berikut risiko varian Delta terhadap pasien COVID-19:

108 persen pasien berisiko rawat inap

235 persen pasien berisiko masuk ICU

133 persen pasien berisiko meninggal dunia

Peneliti mengatakan risiko ini dilihat dari berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, status vaksinasi, dan komorbiditas.

"Studi penting dari Kanada ini memperkuat dampak serius yang disebabkan varian Delta. Diketahui dengan baik bahwa Delta lebih menular daripada varian virus lainnya," kata spesialis penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Prof William Schaffner.

"Studi baru ini meyakinkan dan memperkuat temuan bahwa itu juga menyebabkan penyakit yang lebih parah," lanjutnya yang dikutip dari Medical News Today, Sabtu (9/10/2021).

Studi ini juga disebut-sebut memperkuat penelitian sebelumnya mengenai varian Delta yang di Inggris, Skotlandia, dan Singapura. Mereka menunjukkan adanya peningkatan risiko dari varian Delta.



Simak Video "Kemenkes Sebut Varian Delta di Indonesia Didominasi AY.23"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)