Selasa, 12 Okt 2021 10:00 WIB

Prodia Catat Kesadaran Masyarakat buat Cek Kesehatan Naik 5,4%

Eqqi Syahputra - detikHealth
Ilustrasi  cek kesehatan. Foto: dok. Prodia
Jakarta -

PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia) mencatat kenaikan masyarakat yang melakukan pemeriksaan kesehatan rata-rata sebesar 5,4% pada tahun 2020 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan sudah meningkatnya kesadaran masyarakat bahwa medical check-up secara rutin sangat diperlukan untuk mencegah dan mendeteksi gangguan kesehatan.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, mengungkapkan selama pandemi perhatian dunia kesehatan semua lebih tertuju pada COVID-19, sementara beberapa penyakit yang juga mengkhawatirkan tidak terlalu terekspos.

"Ancaman penyakit serius seperti kolesterol, diabetes melitus hingga hipertensi sudah ada sejak dahulu bahkan sebelum pandemi. Hingga saat ini WHO mencatat angka kematian terbanyak bukan karena COVID-19 melainkan dari penyakit tidak menular," tutur Dewi dalam keterangan tertulis, Senin (11/10/2021).

Untuk itu masyarakat juga perlu melakukan tindakan preventif dengan menjalankan pola hidup sehat, mulai dari pilihan asupan makanan serta aktif berolahraga. Gaya hidup yang kurang sehat dalam keseharian terutama yang berkaitan dengan pola makan dan kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.

Sepanjang tahun 2018 hingga 2020, diketahui bahwa tiga jenis pemeriksaan tertinggi yang dilakukan masyarakat Indonesia antara lain pemeriksaan kadar kolesterol, diabetes dan defisiensi vitamin D. Data Riset Kesehatan Dasar 2018 mengungkapkan, 35 persen penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) lebih tinggi dari batas normal. Kondisi ini juga diperburuk dengan prevalensi kolesterol baik (HDL) yang rendah menurut BMC Public Health 2019. Gaya hidup tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan instan dan berminyak, merokok, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi kontribusi utama penyebab tingginya angka lemak jahat di dalam tubuh.

Di sisi lain, banyak orang awam yang mengira bahwa semua lemak tidak sehat. Faktanya tubuh tetap membutuhkan lemak yang sehat agar dapat berfungsi dengan baik. Termasuk kolesterol yang sebetulnya merupakan komponen yang dibutuhkan oleh tubuh.

Selain lemak, kondisi kadar gula darah yang melebihi nilai normal berdampak pada hormon insulin yang tidak digunakan secara baik oleh tubuh. Kondisi tersebut yang dikenal dengan diabetes tipe 2 dapat berdampak pada komplikasi penyakit serius.

Sedangkan kondisi tubuh yang kekurangan Vitamin D seringkali tidak disadari gejalanya. Padahal kondisi ini dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit lanjutan mulai dari gangguan tulang hingga infeksi dan serangan virus.

Lebih lanjut, berdasarkan data Kemenkes 2017, Riskesdas 2018 serta beberapa research & clinical practice, setidaknya ada 71.000 kasus DBD, sekitar 3 juta kasus dari hepatitis, 90% wanita dan ibu hamil mengalami defisiensi vitamin D serta sekitar dari 463 juta kasus untuk diabetes melitus di seluruh dunia. Di sinilah peran medical check-up menjadi penting.

Paparan data ini dilakukan dan Prodia PT AIA Financial (AIA), sebagai pengingat kepada masyarakat akan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat yang menjadi langkah pencegahan penyakit. Hal ini juga dilakukan untuk mendukung program Kementerian Kesehatan yang mengajak masyarakat semakin peduli dalam mengubah gaya hidup termasuk melakukan cek kesehatan secara rutin yang dapat dilakukan di Prodia atau melalui AIA Vitality.

Chief Marketing Officer AIA, Kathryn Monika Parapak, mengatakan AIA Vitality hadir sebagai partner bagi nasabah dalam meningkatkan kualitas hidupnya dengan cara yang menyenangkan dan berkelanjutan.

"Melalui konsep Know Your Health, Improve Your Health, Enjoy the Reward, nasabah bisa mengambil langkah aktif untuk mengadopsi gaya hidup sehat. Salah satu aspek yang paling mendasar dari AIA Vitality yaitu Know Your Health, menjadi langkah awal untuk memulai hidup sehat," ujar Kathryn.

Kemitraan AIA melalui AIA Vitality, memberikan akses yang mudah terhadap medical check-up serta menyediakan berbagai program yang dapat membantu masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup sehat sebagai tindakan preventif.

Selain itu, AIA Vitality juga mendorong perubahan perilaku positif dalam jangka panjang tidak hanya karena aksesibilitasnya melalui aplikasi tetapi juga karena informasi dan rekomendasi yang dipersonalisasi sesuai penggunanya. AIA Vitality menjadi platform kesehatan komprehensif yang didukung sains dan terbukti secara ilmiah untuk hasil yang lebih baik dan terukur serta meningkatkan angka harapan kehidupan.



Simak Video "Fasilitas Masih Jadi Masalah di Tengah Naiknya Kesadaran Cuci Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)