Selasa, 12 Okt 2021 12:20 WIB

e-Life

Beginilah Ciri-ciri Payudara Sehat

dtv - detikHealth
Jakarta -

Layaknya bagian tubuh lainnya, kesehatan payudara juga perlu dijaga dengan sebaik-baiknya. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menyadari bagaimana tanda-tanda payudara yang sehat.

Berikut ciri-ciri payudara sehat menurut pemaparan Dokter Spesialis Bedah Onkologi Primaya Hospital Tangerang, dr. Abdul Rachman, Sp.B (K)Onk:

1. Tidak ada benjolan

2. Tidak ada rasa nyeri
"Tidak ada rasa nyeri. Walaupun memang ada sebagian wanita akan merasa nyeri pada saat dia mau menstruasi, tapi selama masih bisa diterima oleh medis gitu."

3. Tidak keluar cairan pada puting susu
"Kemudian tidak keluar cairan pada puting susu baik itu keluar warna putih maupun berwarna kemerahan, yang patut kita curigai adalah apabila terjadi keluar cairan pada puting susu yang berwarna merah, ini harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut."

4. Tidak ada perubahan bentuk maupun perubahan pada kulit payudara
"Seperti menyerupai kulit jeruk. Jadi misalkan kulit jeruk yang sudah tua nah payudara itu akan seperti kulit jeruk seperti itu, nah itu termasuk payudara yang kurang sehat. Lalu jika ada dimpling, kaya lesung pipi gitu ya, lesung pipi itu kan adanya di pipi, nah ini lesungnya di payudara. Kalau misalkan terjadi itu bukan daripada masa lalu ya, misalkan usia di atas 30 atau 40 terjadi yang namanya dimpling itu nah ini harus kita waspadai adanya benjolan, walaupun tidak teraba benjolan."

Untuk memantau kesehatan payudara, pemerintah menghimbau program SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Periksa Payudara Klinis).

"Wanita mulai memeriksakan SADARI di atas umur 25 tahun, ya. Kalau sudah post-menopause dihitung pada saat tanggalnya per sekian tanggal yang sama, misalkan seorang wanita sudah menopause dia periksa tanggal 1, bulan depannya memeriksakannya sendiri setiap tanggal 1 bulan yang berbeda. Namun apabila wanita yang pre-menopause pemeriksaan SADARI itu dilakukan 7 sampai 10 hari setelah menstruasi terakhir," jelas dr. Abdul Rachman.

Sedangkan pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh klinisi, bagi wanita berisiko tinggi dapat memeriksakan satu tahun sekali dengan prosedur mammografi atau dengan USG.

Sedangkan wanita memiliki risiko rendah bisa memeriksakan tiap dua tahun sekali. Namun tetap dianjurkan untuk melakukan SADARI setiap bulan, baik perempuan pre-menopause maupun yang post-menopause.

(gah/gah)