Selasa, 12 Okt 2021 14:41 WIB

Kasus Turun, Satgas Pamer Strategi Corona RI yang Tak Dilihat Negara Lain

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Corona di Indonesia. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Alexander Ginting mengaku strategi pengendalian COVID-19 di Indonesia saat ini adalah kunci pengendalian yang paling berhasil selama pandemi merebak. Dibandingkan penerapan PSBB, hingga strategi pemerintah yang terakhir seperti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

Tren kasus COVID-19 yang terus menurun ditandai dengan bertambahnya wilayah kabupaten kota yang masuk PPKM Level 1. Begitu juga dengan angka positivity rate nasional yang sudah berada di bawah 2 persen, menandakan laju penularan Corona di Indonesia sudah sangat rendah.

"Dan ternyata PPKM saat ini yang paling cocok diterapkan di Indonesia, sehingga pengendalian PPKM COVID-19 ini adalah modelling Indonesia. Model di mana pemerintah bersama rakyat baik itu pemerintah pusat, daerah, bersama TNI dan polri itu bisa mendarat sampai keluarga melalui posko desa dan posko keluarga," ungkap Alex dalam konferensi pers Selasa (11/10/2021).

"Ini mungkin yang tidak dilihat di negara lain, jadi pengendalian COVID-19 ini akhirnya sama seperti perjuangan rakyat semesta. Bukan perjuangan melawan musuh, tapi melawan virus," kata dia.

Meski begitu, Alex meminta masyarakat tidak berpuas diri karena lonjakan kasus Corona bisa kembali terjadi. Belajar dari negara yang sudah melakukan vaksinasi dengan cakupan melampaui 80 persen, masih menghadapi peningkatan kasus COVID-19.

Meski perbaikan tren COVID-19 di Indonesia terus dilaporkan, PPKM dinilai Alex harus terus dilanjutkan hingga status pandemi nantinya dicabut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).



Simak Video "WHO Jelaskan Penyebab Kasus 'Florona' Bisa Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)