Selasa, 12 Okt 2021 15:07 WIB

'Biang Kerok' DKI Sulit Turun ke PPKM Level 2 Meski Corona Sudah Rendah

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. COVID-19 di DKI Jakarta. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Meski penambahan kasus Corona sudah rendah, DKI Jakarta masih bertahan di PPKM level 3. Hal ini karena ada beberapa faktor dari target pemerintah yang belum terpenuhi.

Menurut Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Alexander Ginting, DKI Jakarta akan tetap berada di PPKM level 3 apabila cakupan vaksinasi di wilayah sekitarnya belum memenuhi target yang telah ditentukan.

"Di mana (penentuan level PPKM) ukurannya adalah angka positif dan kemudian kasus baru, rumah sakit, ini menjadi ukuran," kata Ginting dalam diskusi virtual, Selasa (12/10/2021).

"Termasuk juga pencapaian vaksinasi. Oleh karena itu, kenapa Jakarta, misalnya, terlalu lama dengan PPKM level 3, karena di daerah Bogor, Tangerang, Bekasi, vaksinasinya belum sesuai dengan apa yang ditargetkan pemerintah," sambungnya.

Ginting mengatakan faktor tersebut harus dipenuhi karena cakupan vaksinasi di wilayah sekitar dapat menjadi penyangga tingkat penularan COVID-19. Terlebih DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi masuk ke dalam satu wilayah aglomerasi.

"Kendati pun virus sudah bisa kita dikendalikan, tapi cakupan vaksinasi menjadi tugas kita bersama untuk bisa mencapai lebih dari 80 persen," jelasnya.

"Dan tidak boleh ada yang ketinggalan, no one left behind, jadi termasuk yang disabilitas, termasuk yang lansia ini menjadi tugas kita bersama," lanjutnya.

Sebagai informasi, salah satu indikator penurunan level PPKM di kabupaten-kota dari level 3 menjadi level 2 adalah dengan capaian total vaksinasi dosis pertama minimal sebesar 50 persen dan capaian vaksinasi lansia harus mencapai 40 persen.

"Kendati TNI/Polri sudah turun ke desa dan kecamatan dengan serbuan vaksinasi, tapi kalau rakyatnya tidak ikut bekerja sama, maka ini tidak akan berhasil juga," tutur Ginting.

Tonton juga talkshow e-Life dengan tema 'Kesehatan Payudara dan Polemik Bra' di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]





(ryh/naf)