Selasa, 12 Okt 2021 16:44 WIB

Geger Rusia Dituduh Curi Formula Vaksin AstraZeneca untuk Buat Sputnik V

Firdaus Anwar - detikHealth
A medical worker moves a box of Russias Sputnik V coronavirus vaccine out from a refrigerator prior to administering a vaccination in Moscow, Russia, Saturday, Dec. 5, 2020. Thousands of doctors, teachers and others in high-risk groups have signed up for COVID-19 vaccinations in Moscow starting Saturday, a precursor to a sweeping Russia-wide immunization effort. (AP Photo/Pavel Golovkin) Foto: AP/Pavel Golovkin
Jakarta -

Rusia dituduh telah mencuri cetak biru vaksin COVID-19 AstraZeneca untuk membuat vaksin Sputnik V. Tabloid The Sun menyebut sumber dari departemen keamanan Inggris memiliki bukti bagaimana mata-mata asing mencuri data vaksin.

"Vaksin Sputnik milik Rusia menggunakan teknologi yang mirip dengan vaksin yang dikembangkan tim Oxford," tulis The Sun.

Rusia lewat situs resmi Sputnik V membantah telah mencuri cetak biru vaksin AstraZeneca. Kabar ini disebut sebagai 'serangan' yang disengaja untuk melawan kesuksesan Sputnik V.

"Laporan media Inggris yang menyebut vaksin Rusia Sputnik V didasari oleh penelitian vaksin Oxford/AstraZeneca adalah palsu. Sebuah kebohongan yang jelas dari sumber anonim," tulis tim Sputnik V seperti dikutip dari sputnikvaccine.com, Selasa (12/10/2021).

Tim memperjelas bahwa vaksin Sputnik V berbeda karena memanfaatkan adenovirus manusia. Sementara vaksin AstraZeneca menggunakan adenovirus simpanse.

Lebih jauh disebutkan juga bahwa tim peneliti Rusia dan Inggris sudah sejak November 2020 bekerja sama dalam mengembangkan vaksin COVID-19. Informasi terkait vaksin Sputnik V dibagikan untuk mendorong efikasi vaksin AstraZeneca saat masih dalam tahap uji klinis.



Simak Video "Sputnik V Klaim Vaksinnya Ampuh Lawan Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)