Kamis, 14 Okt 2021 09:52 WIB

Viral Polisi 'Smackdown' di Tangerang, Dokter Saraf Ingatkan Risiko Fatal!

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Konferensi pers insiden smackdown oleh oknum polisi kepada seorang mahasiswa saat unjuk rasa di depan Pemkab Tangerang (Dok istimewa) Konferensi pers insiden 'smackdown' oleh oknum polisi kepada seorang mahasiswa saat unjuk rasa di depan Pemkab Tangerang (Dok istimewa)
Jakarta -

Aksi 'smackdown' oleh Brigadir NP dalam demo di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menuai banyak kecaman. Ia sendiri sudah meminta maaf kepada M Faris, mahasiswa yang ia smackdown.

Dalam video yang viral, Brigadir NP membanting tubuh Faris ke lantai dengan posisi punggung jatuh lebih dahulu. Sesaat sesudahnya, tanpa Faris kejang-kejang dan mendapat pertolongan.

Dokter saraf dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Irawati, SpS, mengingatkan bahwa benturan pada tulang belakang bisa berdampak sangat serius. Selain berisiko memicu patah tulang, juga bisa merusak saraf yang berdampak pada kelumpuhan.

"Cedera pada saraf tulang belakang merupakan salah satu kegawat kedaruratan. Yang ditakutkan adalah adanya fraktur (patah tulang belakang) sehingga mencederai sarafnya," kata dr Irawati kepada detikcom, Kamis (14/10/2021).

"Misal bila cedera di daerah leher bisa mengakibatkan kelumpuhan kedua lengan dan kedua tungkai, bila di pinggang bisa lumpuh di kedua tungkai," lanjutnya.

Menurut dr Irawati, cedera pada tulang belakang harus segera ditangani. Pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan kemungkinan cendera pada tulang belakang.

"Tanyakan keluhannya, foto rontgen tulang belakang; bila curiga ada cedera saraf dilakukan MRI spine," saran dr Irawati.



Simak Video "Benarkah Mandi Harus Mulai dari Kaki ke Atas agar Tak Kena Stroke?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)