Minggu, 17 Okt 2021 09:14 WIB

Kemenkes RI Proses Obat COVID-19 Molnupiravir, Pakar Usul Tak Usah Dibeli

Firdaus Anwar - detikHealth
Chemical formula of Molnupiravir on a futuristic background Foto: Getty Images/iStockphoto/Zerbor
Jakarta -

Kemenkes RI dilaporkan masih memproses pengadaan obat Molnupiravir. Ini adalah salah satu obat oral terbaru yang disebut-sebut ampuh untuk pasien COVID-19.

Banyak negara yang sudah mulai memesan pil antivirus Molnupiravir besutan perusahaan farmasi Amerika Serikat tersebut. Malaysia misalnya, mengamankan 150 ribu paket obat COVID-19 Molnupiravir, disusul Singapura, Korea Selatan, hingga Thailand.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyebut obat COVID-19 Molnupiravir tengah dalam tahap penjajakan atau penawaran. Namun, belum diketahui pasti sejauh mana penawaran tersebut dan berapa jumlah dosis yang rencananya didatangkan.

"Menunggu hasil uji klinis tapi penjajakan terus diupayakan," konfirmasi dr Nadia pada Jumat (15/10/2021).

Ahli epidemiologi Pandu Riono dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) mewanti-wanti pemerintah mengenai langkah pengadaan obat COVID-19 Molnupiravir. Menurutnya saat ini perhatian lebih baik difokuskan untuk langkah pencegahan daripada membeli obat yang mahal.

"Waspada @KemenkesRI, jangan bernegosiasi dengan perusahaan besar farmasi. Pemerintah tetap fokus pada upaya pengendalian pandemi dengan meningkatkan vaksinasi," kata Pandu dalam cuitan Twitter pribadinya @drpriono1.

"Menekan kasus, bukan mengobati kasus. Mahal & sering gagal. Tak perlu melakukan uji klinik di Indonesia, jeratan pembelian," lanjutnya.



Simak Video "WHO Buka Suara soal Obat Oral Covid-19 Molnupiravir"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)