Senin, 18 Okt 2021 08:01 WIB

Inggris Kembali Diamuk COVID-19, Cetak Rekor Harian Tertinggi Sejak Juli

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, menetapkan rencana yang menjadi langkah akhir dalam melonggarkan lockdown virus Corona (COVID-19). Langkah akhir itu mencakup pencabutan aturan social distancing dan wajib masker bagi publik, serta mengakhiri imbauan bekerja dari rumah (WFH). Foto: Getty Images/Leon Neal
Jakarta -

Inggris kembali diamuk COVID-19, tercatat lebih dari 40 ribu kasus dilaporkan per Minggu (17/10/2021). Angka ini menjadi rekor baru penambahan kasus tertinggi sejak Juli 2021.

Selain melaporkan 45.140 kasus baru Corona, ada 57 orang di antaranya yang meninggal dunia usai 28 hari dinyatakan positif Corona, berdasarkan data resmi pemerintah.

Rata-rata jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 naik-turun beberapa kali selama Agustus hingga awal September. Namun, peningkatan signifikan terlihat jelas selama sepekan terakhir.

Negara tersebut masih menghadapi lonjakan kasus akibat COVID-19 varian Delta yang diyakini menyebar lebih cepat. Berdasarkan data yang dihimpun Our World in Data per 14 Oktober, 73,8 persen populasi mereka sudah menerima dosis vaksin COVID-19 pertama dan 67,5 persen menerima vaksinasi lengkap.

Namun, cakupan vaksinasi pada anak dan remaja masih tiga kali lebih rendah ketimbang di Skotlandia. Angka vaksinasi di antara anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun di Inggris saat ini hanya 14,2 persen menurut data resmi, dibandingkan dengan 44,3 persen di Skotlandia.

Hal ini terjadi di tengah meningkatnya jumlah kasus Corona di Inggris menjelang musim dingin, yang menyebabkan kekhawatiran di antara para ilmuwan bagi fasilitas di rumah sakit dan kematian berlebih.

Beban kasus Inggris juga tampaknya tinggi menurut standar internasional. Inggris memiliki 589,68 insiden kasus baru per juta, menurut data terbaru dari Universitas Johns Hopkins.

Itu lebih dari dua kali lipat dari 255,24 kasus per juta yang dicatat oleh AS dan lebih dari lima kali lipat dari 104,2 kasus yang dicatat oleh Jerman. Meningkatnya jumlah kasus telah menyebabkan beberapa desakan kepada pemerintah untuk menekankan kembali perlunya protokol kesehatan ketat seperti pemakaian masker di tempat-tempat berisiko tinggi.



Simak Video "Eropa Diamuk Covid-19, WHO Perkirakan 2,2 Juta Nyawa Melayang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)