Senin, 18 Okt 2021 11:00 WIB

COVID-19 Bermunculan Lagi di RSCM, Waspada Ancaman Gelombang Ketiga!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Petugas medis mempersiapkan ruangan yang akan digunakan untuk pasien COVID-19 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (30/4/2020). Peralatan medis ini didatangkan oleh CT Corp, bersama Bank Mega serta dukungan Indofood dan Astra Group. Kasus COVID-19 di RSCM bermunculan lagi. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Kasus Corona di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) per Oktober kembali bermunculan. Menurut staf medis divisi penyakit tropis dan infeksi penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Adityo Susilo, hal ini harus menjadi kewaspadaan bersama.

"Di bulan Oktober ini, saya sendiri RSCM dan tempat saya swasta berpraktik, sudah mulai lagi berdatangan kasus-kasus COVID-19 yang baru. Jadi artinya, di bulan Oktober ini sudah mulai bermunculan lagi kasus baru dan kita harus waspada," ungkapnya dalam webinar Tim Mitigasi PB IDI, Minggu (17/10/2021).

Ia mengingatkan kehati-hatian perlu ditingkatkan di tengah prediksi gelombang ketiga kasus COVID-19 yang disebut akan terjadi akhir Desember mendatang.

"Ini artinya bulan Oktober ini sudah mulai bermunculan lagi kasus baru," sambungnya.

"Dan kita harus waspada, isu gelombang ketiga ini diprediksi di akhir tahun, karena mungkin berhubungan dengan pergerakan manusia pada saat itu," tegas dia.

Wakil Sekjen PB Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) juga meminta warga untuk selalu memperketat protokol kesehatan karena COVID-19 masih menyebar di masyarakat.

"Jadi saya pikir penting untuk selalu waspada dengan COVID-19 karena penyakit ini masih ada di sekitar kita," pungkasnya.

Sebelumnya, pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengungkap prediksinya soal gelombang ketiga COVID-19 Indonesia di akhir Desember. Menurut dia, kasus harian bisa menembus 30 ribu kasus, jika strategi testing dilakukan dengan maksimal.

"Bisa sampai 30 ribu, tidak akan melebihi 50 ribu. 30 ribu ini kalau dilakukan tes, kalau tesnya sekedarnya misalnya, paling yang ditemukan seribuan sampai 20 ribuan," sebut Dicky kepada detikcom Senin (11/10/2021).



Simak Video "Gelombang Ketiga Diprediksi Terjadi Januari-Februari 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)