Selasa, 19 Okt 2021 09:05 WIB

RI Terancam Gelombang 3 COVID-19, Panel WHO Beberkan Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Wajar bila Indonesia dijuluki sebagai episentrum Corona Dunia. Sepekan terakhir tercatat sempat menduduki posisi pertama kasus harian-kematian Corona tertinggi. Alasan RI terancam gelombang ketiga COVID-19. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia berpotensi terjadi akhir Desember 2021, terlebih jika banyak pelonggaran aktivitas yang tidak dibarengi protokol kesehatan dan skrining ketat. Panel ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait COVID-19, Dicky Budiman mengungkap alasan Indonesia masih berpotensi mengalami gelombang Corona selanjutnya.

"Bicara setiap gelombang tentu multifaktor, tetapi yang utama adalah adanya kelompok masyarakat yang rawan atau belum memiliki imunitas ya artinya dia belum divaksinasi atau belum menjadi penyintas," ungkap Dicky kepada detikcom Senin (18/10/2021).

"Walaupun dalam prediksi lembaga AS (IHME) itu sudah mendekati 80 juta lah penduduk kita yang terinfeksi, ditambah dengan yang sudah divaksinasi menjadi katankanlah sudah 40 persen atau 50 persen," sambungnya.

Menurut dia, tetap ada 50 persen penduduk Indonesia yang masuk kategori rawan COVID-19. Berkaca pada Singapura dengan cakupan vaksinasi tinggi, tetapi kasus COVID-19 masih bisa melonjak.

"Singapura aja itu 8 persen yang penduduknya belum divaksinasi penuh aja masih bisa meledak apalagi kita, jadi tu yang membuat kenapa potensi gelombang ketiga atau gelombang berikut itu menjadi tetap besar," jelas dia.

Antibodi menurun pasca 6 bulan

Sejumlah studi vaksin COVID-19 menunjukkan penurunan perlindungan terhadap COVID-19 enam bulan pasca divaksinasi. Dicky juga menyoroti penurunan proteksi ini amat berisiko memicu kembali lonjakan kasus.

"Walaupun tidaklah sama dengan yang belum divaksinasi, tapi mereka juga masuk dalam kelompok yang relatif rawan, ditambah lagi adanya balas dendam libur," pungkas dia.

Batas aman pelonggaran

Dicky menilai ada tiga kategori yang perlu diperhatikan dalam pelonggaran aktivitas. Pertama, transmisi penularan harus berada di level terendah, positivity rate di angka 3 atau paling baik 1 persen.

Cakupan vaksinasi sebaiknya sudah melampaui 60 persen dan didukung dengan penguatan testing PCR.



Simak Video "Gelombang Ketiga Diprediksi Terjadi Januari-Februari 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)