Selasa, 19 Okt 2021 13:47 WIB

e-Life

Faktor Tuhan dalam Mengatasi Stres

dtv - detikHealth
Jakarta -

Menyadari hal apa yang bisa kita kontrol, dan mana yang tidak, adalah salah satu cara berpikir yang perlu ditanamkan agar tidak mudah stres. Menariknya, hal ini selaras dengan konsep agama atau spiritualitas.

Dalam ajaran agama, kita bisa berserah diri pada Tuhan saat menghadapi masalah hidup. Yakin ada entitas lain yang dapat membantu masalahnya selesai.

Hal ini kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh Dosen Psikologi Universitas Gadjah Mada, Galang Lufityanto, M. Psi., Ph. D., Psikolog.

"Orang yang punya spiritualitas yang tinggi, dia akan merasa bahwa ada sesuatu di luar dirinya yang akan membantu dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan. Sehingga orang-orang yang sehat mental adalah orang-orang yang, ya sudah hal bisa dikontrol ya dikontrol, yang nggak ya diserahkan ke Tuhan," jelas Galang di acara e-Life detikcom.

Konsep berserah diri dan menyadari betul mana yang bisa kita kontrol dan mana yang tidak juga merupakan bekal mengarungi hidup di masa pandemi ini. Suatu masa yang penuh dengan hal-hal tidak terduga, di saat impian pupus terkubur serangan COVID-19.

Menurut Galang, yang membuat masa pandemi berefek begitu berat ke psikis seseorang adalah karena banyaknya ketidakpastian. Apalagi sebelumnya dunia belum pernah menghadapi penyakit baru ini, jadi tidak ada panduan jelasnya.

"Ketika pandemi ini pertama kali muncul, kita nggak punya ilmu sama sekali gitu ya. Ilmuwan juga merasa bingung harus apa. Itu mereka semuanya yang sudah berpendidikan lho, apalagi kita. Kalau kita bener-bener yang aduh ketakutan, merasa harus mengontrol semuanya, kita akan membebani diri kita dan justru kita akan stres," tutur Galang.

(gah/gah)