Selasa, 19 Okt 2021 15:43 WIB

e-Life

Jangan Malu ke Psikolog atau Psikiater Saat Stres

dtv - detikHealth
Jakarta -

Kesehatan mental sama pentingnya seperti kesehatan fisik. Sayangnya, masih banyak yang menganggap tabu pergi ke psikolog atau psikiater untuk mengatasi permasalahan psikologis yang dialaminya.

Menurut Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Galang Lufityanto, tidak perlu menunggu sampai ketahanan tubuh menurun untuk pergi meminta bantuan psikolog atau psikiater.

"Jika kita sudah merasakan pikiran ruwet dan bertahan lama, kita mungkin butuh konsultasi. Konsultasi yang sifatnya ringan dulu, misalkan banyak tuh telekonseling yang sudah cukup membantu banget, daripada harus ditahan dalam jangka waktu yang lama. Ketika kita melakukan telekonseling, kita akan dibantu menata ulang pikiran-pikiran yang mengikuti yang nggak logis itu ya," kata Galang di acara e-Life detikcom.

Ada risiko bila kita memilih untuk mengatasi sendiri dan keadaan tak kunjung membaik. Hal ini bisa berpotensi menyebabkan depresi.

Jika terjadi depresi maka harus cepat ditangani karena lebih rentan menyakiti diri sendiri. Karena otak sudah tidak bisa berpikir jernih lagi.

"Jadi sejak sudah merasakan rungsing (pusing banyak pikiran-red) banget kayak sudah frustrasi tapi belum sampai sakit, boleh kok kita kemudian minta bantuan orang lain atau telekonseling gitu ya, sekadar untuk kita biar pikirannya lebih tertata aja," jelas Galang.

(gah/gah)