Selasa, 19 Okt 2021 16:26 WIB

Akui Pasien Corona Bermunculan Lagi di RSCM, Ini Penjelasan Satgas

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Petugas medis mempersiapkan ruangan yang akan digunakan untuk pasien COVID-19 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (30/4/2020). Peralatan medis ini didatangkan oleh CT Corp, bersama Bank Mega serta dukungan Indofood dan Astra Group. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengaku menerima laporan terkait pasien COVID-19 yang kembali dilaporkan di RSCM. Menurut dia, hal ini memang menjadi kekhawatiran fasilitas kesehatan setempat.

Peningkatan kasus Corona di RSCM atau wilayah Jakarta, disebut Wiku relatif kecil. Meski begitu, pemerintah memastikan akan terus memantau situasi bila dilaporkan peningkatan tren COVID-19 yang signifikan.

"Kami menerima laporan dan tentu kekhawatiran tentang ini juga, tapi untuk melihat kasus di Indonesia setidaknya laporan dari Jakarta, di sana ada sedikit kenaikan, tapi tidak banyak," ungkap Wiku dalam konferensi pers bersama media internasional Selasa (19/10/2021).

"Jadi itu kenapa itu menjadi perhatian fasilitas kesehatan untuk melaporkan ke pemerintah untuk mengerti situasinya. Jadi bisa kita kontrol jika sesuatu terjadi lebih dari biasanya," sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, staf medis divisi penyakit tropis dan infeksi penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Adityo Susilo, mengungkap tren peningkatan pasien Corona.

"Di bulan Oktober ini, saya sendiri RSCM dan tempat saya swasta berpraktik, sudah mulai lagi berdatangan kasus-kasus COVID-19 yang baru. Jadi artinya, di bulan Oktober ini sudah mulai bermunculan lagi kasus baru dan kita harus waspada," beber Wakil Sekjen Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) tersebut, dalam webinar Tim Mitigasi PB IDI, Minggu (17/10/2021).

"Ini artinya bulan Oktober ini sudah mulai bermunculan lagi kasus baru. Dan kita harus waspada, isu gelombang ketiga ini diprediksi di akhir tahun, karena mungkin berhubungan dengan pergerakan manusia pada saat itu," tegas dia.

Tonton juga video e-Life dengan tema manajemen stres berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)