Selasa, 19 Okt 2021 16:38 WIB

e-Life

Stres Itu Positif, Percaya?

dtv - detikHealth
Jakarta -

Menata ulang cara berpikir dapat membantu meningkatkan kesehatan mental seseorang. Jangan pandang stres dengan sesuatu yang menyeramkan.

Menurut Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Galang Lufityanto, cara seseorang menyikapi stressor sangatlah penting. Apakah ia memandangnya sebagai hambatan atau tantangan.

"Jadi sebenernya stres itu netral gitu ya. Misalnya kita deg-degan, kalau orang itu memaknai itu sebagai sesuatu yang, 'Aduh bentar lagi aku sakit nih,' nah dia akan mengalami dampak negatif terhadap stres. Tapi ketika kemudian orang itu memaknai deg-degan ini sebagai 'Wah, ini aku sedang dikasih semangat nih, aku excited banget nih!' Nah dengan stressor yang sama, orang yang terakhir tadi dia malah bisa untuk motivasi untuk menjadi lebih baik lagi," jelasnya dalam program e-Life detikcom.

Galang juga mengutip penelitian psikolog dan pengajar di Stanford University, Kelly McGonigal. Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa stres itu berbahaya hanya jika kita menganggapnya berbahaya.

"Kelly McGonigal ini bikin riset dan dia menemukan bahwa orang yang mengalami stres dan menganggap stres itu positif, dia justru punya profil kesehatan kardiovaskuler nya tuh lebih bagus, daripada orang yang mengalami stres dan menganggap stres itu negatif, dan dibanding orang yang tidak pernah mengalami stres," lanjut Galang.

Oleh karena itu, Galang berpesan untuk tidak usah takut kepada stres. Ubah sudut pandangnya.

"Baiknya adalah kita nggak usah takut dengan stres, tapi kita memandang stres itu sebagai sesuatu yang positif, bahwa ini adalah challenge untuk kita. Ketika kita bisa mengatasinya, pasti kita akan mendapatkan pelajaran, kita akan semakin kuat. Nah ini balik lagi kepersepsi masing-masing, itu menurut saya," tutup Galang.

(gah/gah)