Selasa, 19 Okt 2021 18:30 WIB

Round Up

9 Wilayah Jawa-Bali PPKM Level 1, Mal Buka 100 Persen, Anak Diizinkan Masuk

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Pasar Kebayoran Lama tetap bergeliat di masa PPKM level 3 DKI Jakarta. Di akhir pekan, warga menyerbu pasar tersebut untuk membeli berbagai kebutuhan. Ilustrasi. Foto: Andhika Prasetia/Detikcom
Jakarta -

Sebanyak 9 wilayah di Jawa-Bali sudah masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 dan diperbolehkan untuk membuka 100 persen supermarket, pasar, hingga pusat perbelanjaan.

Aturan ini dijelaskan dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 Coronavirus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Disebutkan dalam aturan tersebut, 9 daerah di Jawa-Bali yang sudah menerapkan PPKM level 1 di antaranya Kabupaten Pangandaran Kota Banjar, Kota Tegal Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar dan Kota Pasuruan.

Sembilan daerah tersebut sudah diizinkan membuka supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan dengan kapasitas pengunjung 100 persen. Dengan persyaratan, pengunjung yang hendak memasuki area supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai sejak 14 September 2021.

Sementara untuk pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari juga sudah bisa beroperasi dengan kapasitas maksimal 100 persen.

Kegiatan perdagangan di pusat perbelanjaan atau pusat perdagangan dibuka dengan kapasitas maksimal 100 persen dan beroperasi sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat.

Kendati demikian, terdapat sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi, di antaranya.

  • Anak usia di bawah 12 tahun diperbolehkan masuk dengan syarat didampingi orang tua.
  • Tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan/ mal/pusat perdagangan dibuka dengan syarat orang tua harus mencatatkan alamat dan nomor telepon untuk kebutuhan tracing atau pelacakan
  • Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi terhadap semua pengunjung dan pegawai.

Selain itu, untuk pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha sejenis lainnya diizinkan untuk beroperasi hingga pukul 21.00 waktu setempat dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Aturan lebih lanjut diatur oleh pemerintah daerah.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Meski Kasus Melandai, Satgas Covid-19 Ingatkan Pandemi Belum Berakhir"
[Gambas:Video 20detik]