Selasa, 19 Okt 2021 19:21 WIB

Round Up

Panel Ahli WHO Angkat Bicara Soal Indonesia Terancam Gelombang 3 Corona

Syifa Aulia - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Ilustrasi. Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Indonesia berpotensi mengalami gelombang ketiga COVID-19 pada akhir Desember 2021. Gelombang ketiga ini berpeluang besar terjadi jika banyak kegiatan yang mulai dibuka untuk umum tanpa ada protokol kesehatan dan skrining yang ketat.

Dicky Budiman selaku panel ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait COVID-19, mengatakan banyak faktor yang membuka peluang tersebut. Faktor utamanya adalah banyak kelompok masyarakat yang belum divaksinasi atau belum menjadi penyintas, sehingga antibodi belum terbentuk.

"Walaupun dalam prediksi lembaga AS (IHME) itu sudah mendekati 80 juta lah penduduk kita yang terinfeksi, ditambah dengan yang sudah divaksinasi menjadi katankanlah sudah 40 persen atau 50 persen," kata Dicky kepada detikcom, Senin (18/10/2021).

Ia menyebut sekitar 50 persen penduduk Indonesia masuk ke dalam kelompok rawan COVID-19. Lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia dianggap memungkinkan, pasalnya Singapura pun mengalami hal itu. Padahal menurut Dicky, cakupan vaksinasi di negara tetangga itu terbilang tinggi.

"Singapura aja itu 8 persen yang penduduknya belum divaksinasi penuh aja masih bisa meledak apalagi kita, jadi tu yang membuat kenapa potensi gelombang ketiga atau gelombang berikut itu menjadi tetap besar," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19 yang Harus Diwaspadai"
[Gambas:Video 20detik]