Rabu, 20 Okt 2021 05:30 WIB

Inggris Waspadai AY.4.2 Mutasi Terbaru Varian 'Delta Plus' COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. Inggris waspadai AY.4.2 varian terbaru Delta Plus (Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter)
Jakarta -

Inggris tengah memantau mutasi terbaru varian 'Delta Plus' COVID-19 yang diberi nama AY.4.2. Varian yang dikhawatirkan lebih menular ini ditemukan pada 6 persen kasus di negara tersebut.

Para pakar tengah melakukan tes untuk memastikan apakan mutasi yang terkandung dalam varian terbaru ini punya sifat yang menguntungkan untuk bertahan.

Dikutip dari BBC, sejauh ini AY.4.2 belum dikategorikan sebagai Variant of Concern (VoC) maupun variant under investigation.

Apa itu varian AY.4.2?

Varian Delta versi original pertama kali teridentifikasi di India pada Oktober 2020, dengan nama resmi B.1617.2. Varian ini terus bermutasi sehingga memunculkan berbagai varian yang dilabeli 'Delta Plus'.

Lebih dari 45 turunan 'Delta Plus' telah teridentifikasi, yang paling umum adalah AY.4 yang mencakup 70 persen sekuens genome SARS-CoV-2 di seluruh dunia. Dua turunannya adalah AY.4.1 dan AY.4.2.

Sejauh ini, tidak ada indikasi bahwa berbagai mutasi tersebut membuat 'Delta Plus' menjadi lebih menular. Meski demikian, para pakar terus menelitinya.



Simak Video "AY.4.2 Masuk Malaysia, Dokter Tirta: Seharusnya Perpanjang Karantina"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)