Rabu, 20 Okt 2021 14:00 WIB

ROUND-UP

Ahli Jiwa Jelaskan Penyimpangan Penumpang yang Tonton Perkosaan di Kereta

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space. Geger pemerkosaan di komuter Philadelphia Amerika Serikat, tak dibantu para penumpang. (Foto: iStock)
Jakarta -

Kasus pemerkosaan di kereta komuter Philadelphia, Amerika Serikat, memicu tanda tanya besar. Pasalnya, aksi mengerikan yang terjadi selama lebih dari 40 menit, tak mendapat pertolongan apapun dari para penumpang.

Berdasarkan keterangan polisi, beberapa di antaranya malah hanya merekam kejadian. Profesor psikologi Elizabeth Jeglic dari John Jay College of Criminal Justice menegaskan fenomena tersebut termasuk penyimpangan.

Pasalnya, di banyak kasus dengan tindakan pemerkosaan lebih ekstrem, 90 persen di antaranya pasti memilih menolong. Jika memang para penumpang ragu langsung membantu, mereka disebut Elizabeth seharusnya bisa memilih menelepon polisi melalui handphone masing-masing.

"Studi baru berdasarkan banyak keadaan yang lebih ekstrem, hingga 90 persen kasus kami melihat orang-orang melakukan intervensi. Jadi sebenarnya ada sedikit penyimpangan dalam kasus ini bahwa seseorang tidak melangkah maju untuk membantu ini," tutur Elizabeth, dikutip dari USA Today.

Dikutip dari BBC, mereka yang menyaksikan dan gagal membantu wanita korban pemerkosaan kemungkinan tidak akan ikut dipidana.

"Para penumpang yang berdiri dan gagal membantu seorang wanita yang diperkosa di kereta komuter Philadelphia minggu lalu kemungkinan tidak akan menghadapi tuntutan pidana," kata jaksa setempat, dikutip dari BBC.

Padahal, polisi sebelumnya menyarankan penumpang merekam kejadian ketimbang menolong wanita korban pemerkosaan dapat dituntut.

Awal mula

Seorang pria ditangkap karena insiden tersebut dan kini menghadapi dakwaan pemerkosaan. Pemerkosaan terjadi Rabu lalu di kereta milik Otoritas Transportasi Pennsylvania Tenggara (Septa).

Dalam sebuah pernyataan, Septa mengatakan bahwa ada orang lain di kereta yang menyaksikan tindakan mengerikan ini, dan sebenarnya kereta bisa saja langsung dihentikan saat seorang penumpang bergegas menghubungi nomor darurat 911.

Untungnya, seorang karyawan Septa yang naik kereta mendapati ada yang tidak beres, ia segera menelepon polisi saat menemukan korban, dan menahan pria tersebut.

Fishton Ngoy 35 tahun, sekarang menghadapi dakwaan pemerkosaan dan beberapa tuntutan pidana lain. Sementara korban dibawa ke rumah sakit dan bekerja sama dengan polisi.

Pada konferensi pers pada hari Senin, polisi mengatakan bahwa mereka tidak percaya ada saksi yang menelepon 911 karena wanita itu dilecehkan dan diperkosa selama lebih dari 40 menit.

Tidak jelas berapa banyak penumpang lain di dalam gerbong ketika insiden itu terjadi. Penyelidik juga mencari tahu lebih lanjut serangan tersebut.

"Saya dapat memberitahu Anda bahwa orang-orang mengangkat handphone mereka ke arah wanita yang diserang ini (merekam)," kata kepala polisi Septa Thomas J Nestel, Senin.



Simak Video "Lingkaran Setan Kekerasan Seksual Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)