ADVERTISEMENT

Rabu, 20 Okt 2021 22:00 WIB

Was-was dr Tirta soal Rachel Vennya Kabur Karantina Langsung 'Ngegas' ke Bali

Vidya Pinandhita - detikHealth
dr Tirta Mandira Hudhi dr Tirta. Foto: Ayunda Septiani/detikHealth
Jakarta -

Selebgram Rachel Vennya kabur karantina sepulang dari Amerika Serikat, hal ini ditakutkan menjadi peluang pintu masuk bagi varian baru virus Corona ke Tanah Air. dr Tirta mengungkap bahayanya kabur dari karantina.

Dalam podcast Deddy Corbuzier, dr Tirta menegaskan pentingnya penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus kaburnya Rachel Vennya dari karantina. Sebab, dengan panjangnya prosedur kepulangan WNI dari luar negeri, dr Tirta menduga tidak hanya satu oknum yang turun tangan meloloskan Rachel Vennya dari satu prosedur ke prosedur yang lain.

"Ada 4 oknum dong. Oknum yang mengawal dari pesawat, membawa ke Wisma, pulang dari Wisma, bawa ke Bali. Paling kocak kalau dia bohong, dia nge-post sendiri di Bali. Padahal Bali saat itu belum terbuka untuk kedatangan asing. Kan (Bali) baru buka Oktober," tegasnya.

"Gua ketemu 1 orang di sebuah klab di Bali, itu ngomong memang si RV ini sempat ke klab juga. Jadi masalah kan? Kalau dia (Rachel Vennya) dapat mutasi Mu, misal dia mutasi Mu OTG (orang tanpa gejala). Berarti dia sudah menyebarkan ke berapa tempat? 5 tempat," sambungnya.

IDI ikut was-was soal Rachel Vennya membawa varian baru

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban ikut menyinggung potensi masuknya varian baru Corona dari pelaku perjalanan luar negeri yang kabur karantina setibanya di RI.

Salah satunya, yakni varian Mu atau B1621 yang pertama kali ditemukan di Kolombia, Amerika Selatan. Mengingat, varian ini sempat disebut-sebut memiliki kemampuan 'kabur' dari antibodi pasca divaksinasi.

Ia menerangkan, awalnya varian Mu paling banyak terdeteksi di Amerika Latin. Di Amerika, sudah terdapat kasus sekitar lebih dari 0,1 persen. Ditambah tak tertutup kemungkinan, varian Corona selain Mu pun bisa dibawa masuk oleh pelaku perjalanan luar negeri yang mangkir karantina.

"Tadinya semua orang takut. Namun, data yang saya dapat di Amerika, (varian Mu) mulai menghilang. Kemudian di Inggris sampai 8 Oktober baru ada 55 orang yang terinfeksi. Dan di tempat aslinya di Kolombia, sudah turun drastis kasus barunya," terang Prof Zubairi.

"Ya kalau Mu. Kalau yang lain lagi yang P1, P2, P3 itu yang dari Brasil?" pungkasnya.



Simak Video "Ramai Beredar Foto Rachel Vennya Diduga Karantina di Wisma Atlet"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT