Kamis, 21 Okt 2021 12:47 WIB

Wajib Karantina, Begini Catatan Satgas untuk Calon Jamaah Umroh RI

Vidya Pinandhita - detikHealth
Muslim worshippers wear masks after the noon prayers outside the Grand Mosque, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Saturday, March 7, 2020. Few worshippers were allowed to circumambulate the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque, over fears of the new coronavirus. (AP Photo/Amr Nabil) Ilustrasi. Foto: AP Photo/Amr Nabil
Jakarta -

Hingga kini belum ada kepastian soal kapan jemaah Indonesia bisa masuk Arab Saudi untuk menjalani ibadah umroh. Namun mengantisipasi antusiasme masyarakat yang sudah ingin beribadah umroh, Satgas Penanganan COVID-19 membeberkan catatan, terlebih dari sisi penanganan COVID-19.

"Prinsipnya, masyarakat harus mempersiapkan diri dengan baik. Yang pertama adalah dipastikan bahwa jemaah kalau dalam pelaksanaannya wajib menerapkan 3 M dan anjuran detail selain prokes lainnya yang berlaku di Indonesia maupun di Arab Saudi," terang juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/10/2021).

"Kedua adalah karantina, isolasi sebelum berangkat dan saat kembali ke Indonesia di asrama haji, hotel, atau tempat lain yang sudah terstandarisasi," sambungnya.

Ia menambahkan, jemaah Indonesia wajib menempati kamar sesuai pembagian panitia penyelenggara ibadah haji. Hal itu dibarengi upaya menjaga kebersihan kamar, serta menggunakan alat-alat pribadi untuk mandi, makan, beribadah.

Jemaah juga diminta memonitor kondisi fisik masing-masing, misalnya dengan mengukur suhu tubuh dan saturasi oksigen setiap hari, serta mengonsumsi obat dan vitamin yang disarankan petugas.

"Pemberangkatan juga dilakukan terpadu 1 pintu, memastikan bahwa semua terkendali dan mematuhi peraturan skrining lainnya, misalnya penggunaan skrining elektronik yang diakui Indonesia maupun Arab Saudi," terang Prof Wiku.

"Tentunya menjalankan prokes tersebut secara disiplin dan konsisten sebelum keberangkatan, di perjalanan, beribadah, sampai kembali ke Indonesia mengingat penularan bisa terjadi di mana saja," pungkasnya.

Simak video 'Calon Jemaah Indonesia Belum Bisa Langsung Berangkat Umrah, Kenapa?':

[Gambas:Video 20detik]



(vyp/fds)