Kamis, 21 Okt 2021 14:04 WIB

Sudah Vaksin, Kok Terbang Masih Harus PCR? Satgas Jelaskan Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan pengetatan syarat hasil tes PCR untuk perjalanan pesawat bukan tanpa alasan. Pasalnya, saat ini sudah tidak diterapkan kewajiban penjarakan antarpenumpang.

Seiring dengan penurunan kasus COVID-19 yang signifikan di sejumlah wilayah, pemerintah ingin tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya kembali peningkatan kasus Corona, dengan melonggarkan aturan secara berhati-hati.

"Pengetatan metode testing menjadi PCR saja di jawa bali dan non jawa bali di level 3 dan 4 ini dilakukan mengingat sudah tidak diterapkannya penjarakan antar tempat duduk atau seat distancing dengan kapasitas penuh," ungkap Wiku dalam konferensi pers BNPB, Kamis (21/10/2021).

"Sebagai uji coba pelongggaran mobilitas demi pemulihan ekonomi di tengah kondisi kasus yang cukup terkendali," sambung dia.

Wiku menegaskan PCR adalah tes COVID-19 yang paling sensitif untuk mendeteksi kasus Corona. Ia melanjutkan, jika ada penumpang yang ternyata bergejala saat di pesawat, diwajibkan untuk memberi jarak kepada penumpang lainnya.

"PCR sebagai gold standar dan lebih sensitif daripada rapid test antigen dalam menjaring kasus positif diharapkan dapat menemukan celah penularan yang mungkin ada," beber Wiku.

"Untukmengoptimalisasi pencegahan penularan, pihak maskapai wajib memisahkan 3 row yang dikosongkan, untuk pemisahan bagi pelaku perjalanan yang bergejala saat perjalanan,"pungkasnya.

(naf/up)