Kamis, 21 Okt 2021 17:29 WIB

Pakai Vaksin Sinovac, Berapa Lama Jemaah Umroh RI Harus Jalani Karantina?

Firdaus Anwar - detikHealth
Saat ini pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali untuk umroh dan haji di jamaah negara internasional. Tetapi tidak semua negara bisa masuk karena alasan tertentu dan jenis vaksin yang tidak diakui oleh Saudi Arabia. Lalu bagaimana nasib  para jamaah umroh dan haji Indonesia? Foto: Getty Images
Jakarta -

Arab Saudi sudah mulai membuka pintu masuk bagi pengunjung luar negeri. Hal ini menjadi harapan, terutama bagi para warga muslim Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah umroh.

Hanya saja ada aturan tambahan dari pemerintah yang mungkin perlu jadi catatan para jemaah. Arab Saudi mengharuskan jemaah harus sudah mendapat vaksin COVID-19 dari AstraZeneca, Pfizer, Moderna, atau Johnson & Johnson.

Bagi jemaah yang menggunakan vaksin COVID-19 selain empat jenis tersebut maka diperlukan karantina terlebih dahulu.

Berapa lama jemaah umroh harus karantina?

Juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan jemaah umroh yang mendapat vaksin Sinovac atau Sinopharm kemungkinan perlu menjalani karantina selama lima hari terlebih dahulu.

"Ini bagian yang diatur Saudi Arabia. Sementara kita sudah tahu kalau menggunakan vaksin Sinovac maka perlu karantina lima hari di sana," kata Wiku dalam diskusi yang disiarkan kanal Youtube Forum Merdeka Barat 9, Kamis (21/10/2021).

"Itupun belum final. Kita tunggu saja peraturan dari Saudi Arabia," lanjutnya.

Setelah selesai melaksanakan umroh, jemaah yang kembali ke Indonesia juga perlu melaksanakan karantina lagi. Wiku menjelaskan aturan karantina bagi pendatang dari luar negeri yang paling baru adalah lima hari.

"Kalau aturan Indonesia untuk pelaku perjalanan internasional peraturannya sekarang adalah karantina selama lima hari," pungkas Wiku.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)