Kamis, 21 Okt 2021 21:02 WIB

Masih Soal Rachel Vennya, Pakar UI Curiga Banyak Pelanggar Karantina Lainnya

Syifa Aulia - detikHealth
Selebgram Rachel Vennya tiba di Polda Metro Jaya. Dia diperiksa polisi terkait aksi kabur saat karantina di RSDC Pademangan. Rachel Vennya (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kasus selebgram Rachel Vennya kabur dari karantina masuk babak baru. Rachel dan kekasihnya hari ini tengah diperiksa polisi.

Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono memberikan tanggapannya terkait selebgram Rachel Vennya yang kabur dari kewajiban karantina sepulang dari Amerika Serikat. Rachel disebut tidak menjalani karantina di hotel repatriasi selama delapan hari bersama kekasih dan managernya.

Dalam hal ini, Pandu mengatakan Rachel Vennya adalah salah satu warga yang ketahuan kabur dari karantina. Ia menduga banyak warga lain yang kabur dari karantina karena memiliki uang.

"Jadi yang bisa membeli atau supaya bebas dari aturan ini kan orang yang punya pengaruh, punya kuasa, dan orang yang punya uang," kata Pandu, dalam Youtube Antara TV Indonesia, Kamis (21/10/2021).

Ia menyebut petugas Indonesia yang ditempatkan di pintu kedatangan atau bandara selama pandemi COVID-19 adalah petugas yang berintegritas. Pandu menyarankan untuk tetap mengawasi petugas-petugas tersebut jika memiliki kehidupan royal.

"Jadi ketahuan tuh dari mana (memiliki banyak uang). Jadi kita harus monitor terus, jangan kita abai. Ini kan belum ketahuan," tuturnya.

Pandu mengungkapkan hal ini telah terjadi sejak tahun lalu. Ia kemudian menyinggung kasus penjualan tes PCR dan antigen yang terjadi selama berbulan-bulan.

"Itu mengindikasikan bahwa tidak ada supervisi. Jadi sistem manajemen kita lemah memang. Ini yang menurut saya harus diperkuat," jelasnya.

Pasalnya, ia mengatakan petugas yang disiplin belum tentu akan tetap disiplin selama bertugas.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)