Jumat, 22 Okt 2021 07:30 WIB

Vaksinasi Dosis Kedua DKI Tembus 91,5 Persen, Sudah Herd Immunity?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Vaksinasi COVID-19 dosis kedua DKI Jakarta menembus 91,5 persen. Dalam teorinya, herd immunity bisa terbentuk saat lebih dari 70 persen populasi memiliki kekebalan pasca imunisasi maupun infeksi alami.

Menurut panel ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dicky Budiman, cakupan vaksinasi yang tinggi tak lantas menjadikan suatu wilayah sudah mencapai herd immunity. Ada banyak faktor di balik pencapaian herd immunity yang perlu dinilai.

Terlebih, belum ada vaksin COVID-19 yang bisa mencegah penularan. Vaksin yang tersedia kini hanya ditujukan mencegah orang jatuh sakit, dirawat di rumah sakit, hingga meninggal dunia.

"Bukan hanya melihat cakupan vaksin, tapi juga adanya vaksin yang bisa mencegah penularan, kita juga harus melihat bagaimana angka reproduksi dijaga, atau tetap stabil rendah," beber dia kepada detikcom Kamis (21/10/2021).

Di sisi lain, Dicky mengingatkan soal durasi dari perlindungan usai vaksinasi Corona. Sebab, antibodi ditemukan menurun pada mereka yang sudah mendapat vaksin COVID-19, setidaknya 6 bulan pasca disuntik.

Ia menyimpulkan, belum tepat jika cakupan vaksinasi yang tinggi dikaitkan dengan tercapainya herd immunity. Apalagi jika akhirnya melakukan relaksasi protokol kesehatan dalam penggunaan masker, jaga jarak dan lainnya.

"Dan durasi dari proteksi usai vaksin atau terinfeksi itu juga akan berpengaruh, jadi ini masih perjalanan panjang kalau herd immunity, tapi bahwa kalau sudah makin banyak yang divaksinasi iya," sebut dia.

"Tapi ini tidak juga dijadikan alasan atau lantaran menarik banyak relaksasi untuk social distancing, masker, sangat berbahaya."

Tonton juga Video: Pemerintah Genjot Vaksinasi Covid-19 Jelang Libur Akhir Tahun

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)