Jumat, 22 Okt 2021 09:54 WIB

Nahas, 4 Pasien di RS Tewas Mendadak Gegara Suntikan Jarum Isi Udara

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ilustrasi jenazah Ilustrasi. Foto: Thinkstock
Jakarta -

William Davis, pria berusia 37 tahun di Texas, ditangkap dan diperkirakan bakal menghadapi hukuman mati gara-gara menyuntikkan jarum suntik isi udara pada empat pasien di rumah sakit hingga tewas.

Korban-korban tersebut semuanya laki-laki, berusia 47 hingga 74 tahun. Keempatnya sempat mengalami kejang hingga akhirnya tewas mendadak. Mereka mengalami kerusakan otak yang fatal setelah udara disuntikkan ke jalur arteri mereka.

Insiden tersebut terjadi di Rumah Sakit Christus Mother Frances. Pihak rumah sakit berharap, pengadilan dapat memberikan tindak lanjut seadil-adilnya bagi pihak-pihak yang dirugikan.

Pengadilan melaporkan, empat pasien yang dibunuh oleh Davis awalnya sempat pulih dengan baik pasca operasi yang mereka jalankan. Namun dalam waktu singkat setelah operasi, kondisi empat pasien tersebut mendadak memburuk. Dokter-dokter sempat kebingungan.

Pihak berwenang menyebut hanya sekali dokter melihat kejanggalan pada hasil CT scan. Mereka menemukan udara di otak pasien, kemudian langsung menyadari ada yang janggal di balik insiden tersebut.

Dalam rekaman keamanan yang diputar saat persidangan, Davis terlihat memasuki ruangan salah satu pasien yang menjadi korbannya. Sempat terdengar suara alarm monitor berbunyi selama 3 menit, kemudian mendadak tewas karena suntikan.

Pengacara Davis, Philip Hayes, mengklaim tidak ada bukti bahwa orang-orang itu meninggal karena tindakan Davis. Menurutnya, ada kemungkinan Davis dijadikan kambing hitam untuk rumah sakit yang punya masalah prosedural serius.

"Ternyata rumah sakit adalah tempat yang sempurna bagi seorang pembunuh berantai untuk bersembunyi," kata jaksa wilayah Smith County di Texas, Jacob Putman, dikutip dari BBC, Jumat (22/10/2021).

Jaksa menyebut, pihaknya mempersiapkan hukuman mati untuk Davis yang mereka sebut, 'senang melakukan pembunuhan'.



Simak Video "Kenali Hubungan Hipertensi dan Pendarahan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)