Jumat, 22 Okt 2021 12:33 WIB

Ancaman Gelombang 3 COVID-19, Beneran Ada atau 'Digoreng' Biar Tak Lengah?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Ilustrasi. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Seiring membaiknya COVID-19 kini, Indonesia disebut-sebut bakal menghadapi gelombang-3. Sejumlah pihak memprediksi, lonjakan kasus bakal tiba kembali pada akhir 2021, dipicu oleh tinggi mobilitas seiring momen Natal dan Tahun Baru. Benarkah demikian?

Ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Dr Masdalina Pane, menjelaskan pandemi dengan penyakit yang menular 'human to human' lazim memiliki beberapa puncak kasus.

Namun ia menegaskan prediksi gelombang-3 tak bisa semata-mata hanya mengacu pada momen liburan rawan mobilitas. Di samping itu, terdapat aspek testing, varian baru, dan teknik pengendalian.

"Berbulan-bulan menganalisis mobilisasi, apakah mampu mendeteksi puncak karena Delta kemarin? Nggak juga kan. Mobilisasi dikenal mampu menyebarkan penyakit tetapi tidak bisa head to head menyebabkan peningkatan atau penurunan jumlah kasus," terangnya saat dihubungi detikcom, Jumat (22/10/2021).

"Peningkatan dan penurunan jumlah kasus dipengaruhi banyak sekali faktor. Jumlah tes, ketepatan tes, varian baru, teknik pengendalian yang benar lebih berpengaruh dalam penurunan dan peningkatan kasus dibandingkan mobilisasi," sambungnya.

Ia mencontohkan, pada kasus ekstrim, hanya satu orang yang terinfeksi dan bermobilitas pun bisa menyebabkan pandemi RI kembali kacau balau jika yang menjangkitinya adalah Variant of Concern (VoC).

Dalam kesempatan sebelumnya, panel ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dicky Budiman menyebut Indonesia berisiko bakal hadapi gelombang-3 COVID-19 meski sebanyak 80 juta warga sudah terinfeksi Corona dan memiliki kekebalan alamiah per 1 Oktober 2021.

Sebab menurutnya, masih ada sekitar 50 persen warga Indonesia yang menjadi kelompok rawan terpapar COVID-19, begitu pula yang mengalami penurunan antibodi 6 bulan pasca vaksinasi.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19 yang Harus Diwaspadai"
[Gambas:Video 20detik]