Jumat, 22 Okt 2021 13:21 WIB

Viral Aksi Pamer Kelamin di Dekat Stasiun Sudirman, Apa Itu Ekshibisionisme?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pelaku ekshibisionis mengincar korban di Jalan Sudirman Pelaku ekshibisionis mengincar korban di Jalan Sudirman (tangkapan layar video)
Jakarta -

Viral video seorang perempuan mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang yang diduga ekshibisionis di dekat stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (15/10/2021) malam. Korban mengisahkan saat sedang berjalan kaki sepulang kerja, ia melihat pria tak dikenal membuka celana dan mempertontonkan alat kelamin.

Lantaran syok, korban segera berlari meninggalkan lokasi sembari menangis dan berteriak.

"Jadi beberapa waktu lalu gue sempat ketemu sama pelaku eksibisionis di jalan dari kantor gue menuju Stasiun Sudirman. Dia kayak udah mantau jalan dan di jalan ini sudah sepi," terang korban dalam video seperti dilihat, Jumat (22/10/2021).

"Terus dia lagi kayak lihatin gue terus dia buka celana dan pegang kelaminnya. Gue nangis, gue lari, gue teriak," sambung korban.

Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi, founder dari pusat konsultasi Anastasia and Associate, menjelaskan ekshibisionis adalah salah satu jenis gangguan jiwa, berkaitan dengan seksual.

Ekshibisionis berperilaku menunjukkan alat kelamin ke orang lain tanpa ada kontak fisik, terkadang sembari menampilkan perilaku masturbasi.

"Harapannya adalah supaya dia mendapatkan kepuasan atas reaksi dari orang lain. Entah orang itu histeris, menangis, takut, kaget, atau pingsan mungkin. Dia punya kepuasan karena sedikit-banyak dia merasa berhasil menguasai orang lain," terangnya pada detikcom, Jumat (22/10/2021).

Sari menjelaskan, pelaku ekshibisionis merasa puas jika bisa mengontrol perasaan orang lain. Misalnya, dengan menimbulkan reaksi histeris atau ketakutan pada korban.

Meski perasaan syok dalam hati tak bisa dihindari, Sari menyarankan orang-orang yang bertemu ekshibisionis untuk berusaha tetap tenang sembari meninggalkan tempat dan menuju kerumunan.

"Sangat disarankan apabila ternyata amit-amit ketemu atau menjadi korban ekshibisionis, beri reaksi emosi yang seolah-olah bukan hal yang mengganggu walaupun pasti dalam hati ada syok. Tapi kuasai diri, kuasai emosi untuk tidak histeris," pungkas Sari.



Simak Video "Jejak Langkah dr. Boyke, Sang Edukator Seks Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)