Jumat, 22 Okt 2021 18:18 WIB

Anggap Penting Tes PCR untuk Naik Pesawat, Pakar IDI Dituding 'Terima Komisi'

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pemerintah terus berupaya dalam meningkatkan testing dan tracing di permukiman padat penduduk guna memutus mata rantai penyebaran Corona. Ilustrasi tes swab (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pemerintah kembali mewajibkan hasil negatif tes PCR bagi pelaku perjalanan yang menggunakan mode transportasi pesawat. Ini dilakukan seiring uji coba pelonggaran mobilitas dengan tidak menerapkan kewajiban penjarakan antar penumpang.

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban dalam cuitannya menyiratkan dukungan, dan menganggap tes PCR penting sekalipun sudah divaksin. Tak pelak, komentar miring bermunculan dari segelintir netizen.

"Dapat komisi berapa persen dari penjualan PCR Prof?," cuit salah satu netizen di Twitter, yang dilihat detikcom pada Jumat (22/10/2021).




Menanggapi tudingan tersebut, Prof Zubairi menekankan bahwa dokter sama sekali tidak mendapat komisi dari penjualan PCR.

"Posisi saya jelas. Sama seperti vaksin, tes PCR sangat penting untuk melawan pandemi. Tapi jangan dipahami dokter itu mendapat komisi dari penjualan PCR," tulis Prof Zubairi dalam akun Twitter miliknya.

Menurutnya, tes PCR itu memiliki kepentingan yang sama dengan vaksin COVID-19. Bahkan ia mengatakan kalau bisa tes PCR ini diberikan secara gratis kepada masyarakat seperti halnya vaksin.

"Tidak nyambung. Bahkan, karena penting, harusnya tes PCR bisa seperti vaksin, yakni gratis. Itu kalau bisa," tegasnya.



Simak Video "Mengapa Harus PCR Sebelum Naik Pesawat?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)