Sabtu, 23 Okt 2021 17:02 WIB

Viral Pria Pamer Kelamin Dekat Stasiun Sudirman, Gangguan Jiwa? Ini Kata Pakar

Syifa Aulia - detikHealth
Pelaku ekshibisionis mengincar korban di Jalan Sudirman Foto: Pelaku ekshibisionis mengincar korban di Jalan Sudirman (tangkapan layar video)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu sempat viral tentang pelaku ekshibisionisme yang tertangkap CCTV di dekat Stasiun Sudirman, Jakarta. Seorang pria diketahui memamerkan alat kelaminnya secara sengaja di depan orang tak dikenal.

Tindakan yang dilakukan pria itu disebut dengan ekshibisionisme. Psikolog Klinis di Ohana Space Fajrin Trisnaramawati menjelaskan ekshibisionisme yang diklasifikasikan dalam paraphilic disorder adalah penyimpangan seksual yang ditandai dengan keinginan, fantasi, atau perilaku yang menunjukkan kelamin kepada orang tidak dikenal tanpa ada persetujuan.

"Alasan orang melakukan ekshibisionis karena memiliki kepuasaan seksual dengan memamerkan alat kelaminnya kepada orang yang tidak dikenal dan yang tidak menginginkannya," kata Fajrin saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/10/2021).

Pelaku akan mengalami gairah seksual hingga masturbasi ketika melakukannya. Penyebab pelaku melakukan hal ini bisa karena faktor biologis, psikologis, dan sosial.

Cara menghadapi pelaku

Jika bertemu dengan pelaku ekshibisionisme, Fajrin mengatakan untuk tetap tenang dan tidak menunjukkan ekspresi takut atau kaget. Sebab, pelaku akan merasa puas jika korban ketakutan.

"Itu akan menjadi kepuasan tersendiri bagi pelaku. Setelah itu, usahakan untuk menjauh dari pelaku dengan pergi ke tempat lain."

Gejala ekshibisionisme

Menurut Fajrin, ada dua gejala yang mengarah pada perilaku ekshibisionisme:

1. Adanya fantasi, dorongan, atau perilaku yang menimbulkan gairah seksual berkaitan dengan memamerkan alat kelamin kepada orang yang tidak dikenal dan tidak menduganya.

2. Orang yang bertindak berdasarkan dorongan atau fantasi tersebut akan mengalami distres. Distres adalah respons emosional dan fisiologis terhadap peristiwa yang dinilai menekan, mengancam, dan memberikan dampak negatif pada individu atau mengalami masalah interpersonal.

Meski merasa memiliki gejala tersebut, Fajrin menyarankan untuk tidak mendiagnosis secara mandiri.

"Silahkan lakukan konsultasi dengan profesional untuk pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.

Cara pemulihan

Fajrin mengatakan pelaku dapat disembuhkan dengan melakukan psikoterapi dan mengonsumsi sejumlah obat, sehingga dibutuhkan kerja sama antara psikolog dan psikiater.



Simak Video "Seorang Wanita Jadi Korban Ekshibisionisme Dekat Stasiun Sudirman"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)