Sabtu, 23 Okt 2021 19:00 WIB

Dianggap Berbahaya, PETA Kutuk Keras Transplantasi Organ Babi ke Manusia

Syifa Aulia - detikHealth
Jakarta -

Organisasi Hak Asasi Hewan (PETA) yang berpusat di AS menentang sejumlah peneliti melakukan transplantasi organ babi ke manusia. PETA menilai tindakan tersebut sangat menyesatkan dan berbahaya.

"Manusia tidak berhak mencuri organ makhluk hidup lain untuk keuntungan kita sendiri. Kami juga tidak perlu," tulis PETA dalam laporan terbarunya.

Menurut PETA, babi bukanlah 'suku cadang' yang organnya dapat digunakan secara bebas untuk transplantasi ke manusia. Pihaknya menganggap manusia terlalu egois karena tidak mau menyumbangkan organnya kepada pasien yang membutuhkan transplantasi.


PETA menjelaskan bahwa babi dan hewan lain yang digunakan untuk Xenotransplantasi direkayasa secara genetik. Mereka dikurung seumur hidup dengan prosedur menyakitkan sebelum dibunuh.

Bahkan sebelum pandemi COVID-19, sejumlah pakar kesehatan masyarakat termasuk peneliti di WHO mengungkapkan kekhawatiran tentang potensi Xenotransplantasi yang bisa menyebarkan zoonosis dan patogen menular.

Tindakan ini dianggap berbahaya bagi manusia karena babi membawa virus dan patogen menular lainnya. Sejumlah ahli juga mencatat risiko kesehatan yang tinggi dari transplantasi organ hewan.

Dari segi etika, PETA selalu menentang penggunaan hewan sebagai 'gudang suku cadang' bagi transplantasi.

(kna/kna)