Minggu, 24 Okt 2021 12:30 WIB

Masih Ingat Anal Swab? 3 Tes Corona Ini Pernah Hits Sebelum PCR Vs Antigen

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Beautiful girl is having severe stomach pain while traveling. Anal swab lebih dulu viral sebelum ramai PCR vs antigen (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Pemberlakuan syarat tes PCR untuk penerbangan domestik Jawa-Bali tengah jadi perbincangan. Sebelumnya, ada sederet tes COVID-19 yang pernah hits meski belakangan jarang terdengar perkembangannya.

Soal tes PCR (polymerase chain reaction) sebagai syarat penerbangan, ada dua pandangan yang berkembang. Pihak yang mendukung menilai tes PCR adalah golden standar untuk tes Corona dan lebih akurat dibanding tes Antigen.

Sementara pihak yang menolak antara lain menyoroti biaya yang lebih tinggi dan proses yang lebih rumit pada Tes PCR. Tes Antigen dianggap sudah cukup, terlebih karena secara umum COVID-19 terus melandai.

Terlepas dari kontroversi tersebut, ada beberapa metode tes Corona yang juga pernah ramai jadi perbincangan, tapi belakangan mulai jarang terdengar. Mulai dari GeNose hingga anal swab.

1. Anal swab

Anal Swab sempat jadi perbincangan viral ketika para dokter di Beijing You'an Hospital, China, menggunakannya untuk mendeteksi COVID-19. Metode ini mereka anggap lebih akurat dalam mendeteksi keberadaan virus.

Li TongZeng, salah seorang dokter yang melakukan anal swab pada pasiennya, menjelaskan kenapa metode ini lebih akurat. Menurutnya, virus Corona bertahan lebih lama di saluran cerna dibandingkan di saluran pernapasan.

2. Rapid test antibodi

Di awal-awal pandemi, dua metode tes Corona yang paling banyak dikenal adalah rapid test dan PCR. Rapid test di sini merujuk pada rapid test antibodi yang dilakukan dengan sampel darah. Bedakan dengan rapid test antigen yang menggunakan sampel swab seperti halnya PCR.

Berbeda dengan tes Corona lainnya, rapid test antibodi memberikan hasil yang dinyatakan sebagai 'reaktif dan non reaktif'. Sesuai namanya, tes ini bekerja dengan mendeteksi respons antibodi yang terbentuk setelah seseorang terinfeksi COVID-19 dan bukan mendeteksi material virusnya.

Tes ini sudah makin ditinggalkan karena dinilai kurang akurat.

3. GeNose

Satu lagi tes Corona yang banyak menyita perhatian pada masanya, yakni GeNose. Sempat digunakan sebagai syarat perjalanan, GeNose dinilai praktis dan nyaman karena menggunakan sampel napas. Tidak perlu colok hidung, cukup menghembuskan napas seperti meniup balon.

Sayang, kreasi anak bangsa yang awalnya cukup menjanjikan ini dinilai masih perlu disempurnakan. Saat ini, penggunaan GeNose sebagai syarat perjalanan sudah ditinggalkan.



Simak Video "Jejak Langkah dr. Boyke, Sang Edukator Seks Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)