Senin, 25 Okt 2021 05:30 WIB

Round Up

Pro-Kontra Naik Pesawat Wajib Tes PCR, Tak Cukupkah Pakai Tes Antigen?

Vidya Pinandhita, Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Jakarta -

Belakangan aturan mengenai wajib tes PCR sebagai syarat naik pesawat menuai kontroversi. Sebagian kalangan menilai ini menjadi cara ampuh berantas COVID-19, tapi ada yang menganggapnya memberatkan sekaligus tidak konsisten karena tidak berlaku untuk transportasi darat.

Peraturan ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, 2, dan 1 Covid-19 di Jawa-Bali.

Dalam peraturan disebutkan bahwa calon penumpang pesawat wajib menyertakan tes reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) yang akan resmi berlaku pada 24 Oktober 2021.

Prof dr Iris Rengganis, SpPD-KAI, konsulen Alergi Imunologi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjelaskan penting untuk diingat bahwa vaksin tidak bisa 100 persen melindungi seseorang dari virus COVID-19.

"Masalahnya adalah vaksin sekali lagi tidak ada yang perlindungannya 100 persen," jelasnya dalam webinar Biotek Farmasi Indonesia, Sabtu (23/10/2021).

Di samping itu, tes PCR memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi dalam mendeteksi dibanding swab antigen. Spesialis Paru dr Handoko Gunawan, SpP FCCP menjelaskan dalam banyak kasus hasil antigen dengan tes PCR bisa berbeda.

"Hasil antigen negatif belum tentu hasil PCR-nya juga negatif," ujar dr Handoko.

Namun tak semua mendukung aturan kontroversial tersebut. Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2